21 Agustus 2017 | Reza - Redaksi | News

Bazar ASISINDO, Bukti Stok Perangkat Sistem Keamanan Masih Tercukupi

Ketua Umum Asisindo, Tan Widarno (kiri)

Beberapa waktu lalu publik khususnya dari kalangan pebisnis, sempat dibuat gaduh dengan adanya penertiban Impor Beresiko Tinggi oleh Pemerintah. Bagi perusahaan skala impor besar hal ini tak terlalu jadi persoalan. Sebaliknya, bagi perusahaan skala kecil dan menengah tentu hal ini menjadi isu yang sangat besar. Terlepas dari itu semua, sempat terjadi kepanikan di masyarakat terkait dengan ketersediaan barang bagi pasar tanah air.

Karenanya, Asosiasi Sistem Integrator dan Sekuriti Indonesia (ASISINDO) menggelar Bazar bertajuk Lengkapi toko, rumah ruko, dan kantor Anda dengan CCTV. Acara yang digelar selama dua hari, Jumat dan Sabtu, 18-19 Agustus 2017 di Smart City Center PB1 Mangga Dua Square Jakarta ini menghadirkan banyak promo produk sistem keamanan khususnya CCTV.

Adapun tujuan diadakan acara ini adalah ingin menciptakan rasa tenang di masyarakat yang sempat dipanikan dengan kebijakan pemerintah mengenai Penertiban Impor Beresiko Tinggi. Diharapkan, dengan adanya acara ini, masyarakat dapat memahami bahwa sejatinya pasokan perangkat sistem keamanan di tanah air masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Ketua Umum ASISINDO Tan Widarno menegaskan, larangan tersebut memang menimbulkan masalah namun bukan masalah besar. “Lagi banyak isu kalau barang  tidak bisa masuk. Tapi kita buktikan dengan promo special yang kami berikan. Ini menandakan bahwa pasokan perangkat sistem keamanan di dalam negeri masih mencukupi. Seluruh principal di tempat kita semua ready.”

Dia menambahkan Bazar ini menyajikan beragam produk dari berbagai merek perangkat sistem kenamaan di tanah air. Diantaranya, Hikvision, Kyomitsu, Fibaro, blazz, SBOX, QNAP, Aop Vision, TURBO HD, Medusa, SPC, AKCP, G-Lenz, WD, dan berbagai merek lainnya. Dan tentunya juga pengunjung akan mendapatkan penawaran spesial. “Harga jauh dari pasaran sekitar 20-50 persen lebih murah namun kuantitas pembeliannya dibatasi setiap produk hanya boleh maksimal di beli 3 unit.”



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar