Share

Kota Atambua terus berbenah. Tak hanya dari sisi perekonomian, namun kota yang berbatasan langsung dengan Republik Democratic Timor Leste (RDTL) ini juga meningkatkan fasilitasnya dengan membangun sistem smart city. Sistem ini akan menjadi yang pertama kali diterapkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Konsep Smart City tersebut ditandai dengan hadirnya aplikasi BLAST (Belu Anticipation) yang diluncurkan beberapa waktu lalu oleh Kapolda NTT, Irjen Pol Agung Sabar Santoso, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan juga Bupati Belu, Willy Lay.

Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan menjelaskan, aplikasi BLAST (Belu Anticipation System) bisa memantau aktivitas warga Kota Atambua di tempat-tempat umum dan tempat yang selama ini sering terjadi tindak kriminal melalui kamera CCTV. Tahap pertama akan dipasangan enam kamera CCTV. Warga juga bisa mengakses CCTV tersebut secara online.

Yandri Irsan menambahkan, inovasi yang memanfaatkan  informasi dan teknologi (IT) ini sangat penting untuk dikembangkan, mengingat letak Kabupaten Belu berada di perbatasan negara RI-RDTL.

Dijelaskannya, masyarakat yang memiliki smartphone bisa menggunakan BLAST untuk mengakses layanan kepolisian, termasuk melaporkan kejadian atau tindakan kriminal.

Aplikasi BLAST tentu memberikan rasa aman bagi warga Kota Atambua, khususnya di tempat-tempat umum serta obyek penting seperti perkantoran, tempat ibadat, ruas jalan utama, kantor bank dan sekolah. Seluruh aktivitas warga kota terpantau selama 24 jam.

#Businness  #Article

Related Articles

CCTV Card image cap
  andri  7 January 2019
 7 January 2019
CCTV Card image cap
  denny  30 April 2018
 30 April 2018
Access Control Card image cap
  andri  12 October 2018
 12 October 2018
© 2019 Indo Security System. All Rights Reserved.