08 September 2017 | Denny - Redaksi | News

Peranti IoT di Indonesia Dinilai Butuh Standar Bukan TKDN

Ilustrasi

Menjamurnya peranti IoT di Indonesia membuat pemerintah melakukan langkah pengamanan. Salah satunya adalah standardisasi pengamanan agar masyarakat aman memanfaatkan teknologi itu.

Menurut Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel Abrijani, standardisasi keamanan dibutuhkan mulai dari hulu sampai hilir sistem pada peranti IoT yang masuk ke Indonesia.

Penerapan standar, antara lain, berfungsi untuk mencegah penyusupan malware yang bisa mengambil alih kendali peranti tersebut. "Harus ada standarisasi keamanan yang jelas dong, nanti kalau ada malware yang masuk gimana, kasian penggunanya," ucapnya, belum lama ini

Sedangkan mengenai regulasi IoT, Samuel menilai sebaiknya industri peranti IoT tumbuh secara alami di Indonesia. Ia menjelaskan, jika terlalu banyak diatur seperti dike‎nakan kandungan lokal dan Standar Nasional Indonesia (SNI) maka produk IoT akan lambat masuk ke Indonesia.

"Sebaiknya IoT dibiarkan tumbuh dulu secara natural. Biar pemainnya banyak dulu deh. Sembari menunggu industri lokal siap," ujarnya menutup wawancara.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar