17 Oktober 2017 | Reza - Redaksi | News

Face Recognition Ancam Keamanan Privasi Warga Tiongkok

Pemerintah Tiongkok berencana memanfaatkan teknologi pendeteksi wajah untuk awasi aktivitas warganya. Melalui Kementerian Keamanan Publik, Tiongkok menggandeng perusahaan teknologi kenamaan Ivision untuk menggarap proyek teknologi pendeteksi secara akurat identitas 1,3 Miliar warga Tiongkok.

Ivision mengklaim mampu mengenali satu dari 1,3 miliar wajah warga China hanya dalam tiga detik.Kendati demikian, kecanggihan ini memicu kekhawatiran beberapa kalangan terkait keamanan privasi para warga Tiongkok dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Salah satunya, seperti yang dilontarkan Pengacara Privasi asal Inggris Clare Garvie.

Menurutnya ada konsekuensi yang tidak diinginkan dari penerapan teknologi ini. Clare berpendapat, para penegakan hukum di China cenderung membidik 'orang-orang yang menarik perhatian pemerintah'. Dia mencontohkan, akan ada kemungkinan nantinya seorang tahanan yang dipenjara selama bertahun-tahun karena kejahatan yang tidak pernah mereka lakukan. "Kalau ditarik dengan rencana China (red: Tiongkok) menerapkan teknologi pengenalan wajah ini yaitu ada risiko salah mengidentifikasikan orang sebagai penjahat," tukasnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar