17 Oktober 2017 | Reza - Redaksi | News

Kepolisian Solomon Mulai Menerapkan Teknologi Sidik Jari Digital

Departemen Forensik Kepolisian Kerajaan Kepulauan Solomon telah menerapkan teknologi biometrik sidik jari untuk memperkuat kinerja kepolisian dalam mengungkap kejahatan. Untuk itu, dibutuhkan para petugas forensik yang cakap dengan teknologi ini.

Karenanya, baru-baru ini telah diselenggarakan lokakarya pelatihan selama dua hari mengenai teknologi sidik jari. Pelatihan diadakan pada tanggal 12 Oktober dan 13 Oktober 2017 lalu, dipandu oleh seorang pelatih asal Inggris yang memiliki spesasiliasai dalam mengoperasikan perangkat pemindai sidik jari.

Program pelatihan dua hari tersebut adalah satu dari beberapa yang direncanakan untuk membiasakan staf Departemen Forensik dengan diperkenalkannya teknologi baru, selaras dengan selesainya laboratorium Forensik baru yang dibangun pada bulan Juni 2016 silam. Asisten Komisaris Polisi, Vincent U'Upwe pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya dengan perkembangan yang dimiliki oleh Departemen Forensik di markas besar kepolisian.

Dia mengatakan dengan adanya hal ini dapat menggenjot kinerja dan tingkat keberhasilan para penyidik dalam mengungkap kejahatan ketimbang hanya bergantung pada pengidentifikasian sidik jari melalui metode lama yakni peggunaan bubuk sidik jari. "Teknik bukti forensik baru ini akan meningkatkan kemampuan untuk menyelidiki kejahatan dan memberikan bukti fisik berbasis sains yang andal ke sistem peradilan kita."

Selain itu juga, Dia menambahkan, dengan adanya teknologi ini pihak Kepolisian jadi memiliki kemampuan untuk mencari basis data sidik jari digital sehingga bisa memberikan proses identifikasi tindak kejahatan menjadi lebih cepat. "kemampuan forensik kami sesuai dengan standar di Wilayah Pasifik Selatan."



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar