20 Oktober 2017 | Denny - Redaksi | News

Kemensos: Pencairan Bantuan Sosial Akan Memakai Sistem Biometrik

Ilustrasi

Kementerian Sosial (Kemensos) RI melayangkan wacana penyaluran dana bantuan sosial nontunai memakai sistem biometrik. Teknologi tersebut dipakai untuk menggantikan penggunaan kartu anjungan tunai mandiri (ATM).

Sistem biometrik diketahui adalah sistem identifikasi personal melalui karakteristik biologi seperti sidik jari hingga sensor retina. Sistem ini digunakan karena sebagian besar masyarakat penerima bantuan tidak mengerti cara menggunakan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Harry Soeratin mencontohkan, banyak warga yang lupa nomor identitas pribadi mereka (PIN). “Kalau kartu tertelan di mesin ATM, masyarakat langsung panik. Maka kami mencoba pendekatan elektrifikasi dengan biometri. Ini akan memudahkan masyarakat untuk menggunakan dana bantuan,” tutur Harry.

Dalam merencanakan sistem biometrik untuk dana bantuan sosial ini, instansinya berkaca pada penyaluran bantuan sosial di India. Di negara Taj Mahal tersebut, dana bantuan disalurkan melalui sistem biometri ke 200 juta penduduk.

Bahkan untuk memperdalam skema tersebut, Kemensos pun baru-baru ini telah melawat ke India. “Kami lihat seharusnya sih bisa, karena mau tak mau semuanya ini relevansinya ke sistem informasi dan teknologi,” tukasnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar