24 Oktober 2017 | Reza - Redaksi | News

Rawan Kebakaran, Gedung-gedung Bertingkat Ibukota Perlu Diaudit

Gedung-gedung Bertingkat di Jakarta

Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Nirwono Joga, mengatakan sudah saatnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk kembali melakukan audit seluruh gedung-gedung bertingkat di Jakarta. Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta perlu bersama-sama dengan pemangku kepentingan terkait seperti PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI, Dinas Perhubungan, dan lainnya untuk memastikan seluruh bangunan di Jakarta dalam kondisi sudah atau masih aman.

Otoritas PLN misalnya, bisa melakukan pengecekan kabel-kabel listrik. Dinas Damkar DKI bisa mengecek fasilitas serta sarana penunjang antisipasi kebakaran seperti, APAR (alat pemadam api ringan), pompa hidran, selang, dan lainnya. "Kalau perlu, Pemprov memberikan peringkat kepada gedung-gedung itu. Bisa dengan label warna hijau untuk gedung yang aman, kuning untuk gedung yang cukup namun butuh perbaikan, dan merah untuk gedung yang rentan bencana."

Dia menambahkan, Pemprov juga,  perlu melakukan kajian ulang terkait markas-markas pemadam kebakaran yang terletak di pusat kota. Dalam pandangannya, mobil-mobil pemadam kebakaran perlu ditempatkan pada posisi-posisi strategis yang memungkinkan dapat tiba pada lokasi kebakaran secepatnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa idealnya rata-rata waktu tanggap (response time) pelayanan pemadaman adalah 15 menit, dengan rincian; waktu sejak diterimanya pemberitahuan kebakaran, interpretasi penentuan lokasi kebakaran dan penyiapan pasukan serta sarana pemadaman selama lima menit. Selanjutnya, waktu tempuh perjalanan dari pos kebakaran menuju lokasi kebakaran selama lima menit, dan gelar peralatan di lokasi sampai dengan siap operasi pemadaman atau penyemprotan selama lima menit. Dengan kata lain, total keseluruhan ketibaan adalah 15 menit. Sementara, rata-rata durasi operasi penanggulangan kebakaran paling lama adalah 106,75 menit dan paling cepat 50,64 menit.

Meski begitu, Nirwono menyebut tidak seluruh gedung pencakar langit di Jakarta memiliki kerentanan kebakaran yang sama. "Sebenarnya, bangunan yang berusia di bawah 10 tahun itu sudah aman. Yang perlu diwaspadai adalah bangunan-bangunan yang sudah berusia 20 hingga 30 tahun," tegasnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar