08 November 2017 | Reza - Redaksi | News

Waduh! Beli SIM Card di Thailand Wajib Dipindai Wajah dan Sidik Jari

Jika di Indonesia tengah digalakkan registrasi identitas diri melalui pesan singkat ke operator seluler masing-masing, berbeda dengan di Thailand. Desember mendatang, setiap pengguna telepon genggam yang berniat membeli kartu modul identitas pelanggan atau yang biasa disebut SIM Card, diharuskan dipindai wajah dan sidik jarinya.

Langkah tersebut diambil pemerintah Thailand dalam rangka meningkatkan sistem keamanan telekomunikasi sekaligus mencegah aksi tindak kejahatan siber. Perarturan yang akan diterapkan pada 15 Desember 2017 ini sejatinya diadopsi Thailand dengan meniru langkah serupa yang telah dijalankan oleh Banglades, Arab saudi dan Pakistan.

Pemindaian wajah dan sidik jari ini akan sesuai dengan identitas setiap warga yang terdaftar di data pemerintah pusat. Sekretaris Jenderal Komisi Penyiaran dan Telekomunikasi Nasional (NTBC), Takorn Tantasith berkata, kebijakan ini untuk dipakai Thailand untuk menjawab tuntutan zaman. Dijelaskannya, secara ekonomi, keamanan biometrik ini akan meningkatkan kepercayaan publik akan sistem pembayaran dan perbankan menggunakan telepon genggam.

Selain itu, kebijakan ini dipercaya akan ampuh menekan angka kejahatan siber secara signifikan. Terkait itu juga, Tantasith pun berkaca pada peristiwa yang terjadi pada Juni lalu. Saat itu, polisi Thailand menangkap tiga warga negara China yang membeli hampir 400.000 kartu SIM. Tiga orang itu disewa suatu perusahaan China untuk melaksanakan operasi "Panen Klik". Tujuannya, produk perusahaan itu terlihat seolah-olah digemari sehingga menarik calon pembeli."Beberapa orang menggunakan identitas palsu untuk mendaftarkan SIM mereka. Hal itu bakal menimbulkan masalah," ujar Tantasith.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar