15 November 2017 | Reza - Redaksi | News

IoT Masih Terlalu Dini Bagi Indonesia

Ilustrasi Konsep IoT

Internet of Things (IoT) sebuah istilah yang belakangan ini mulai ramai dan akrab di telinga masyarakat. IoT adalah di mana benda-benda di sekitar dapat berkomunikasi antara satu sama lain melalui jaringan internet. Beberapa waktu belakangan ini juga terdapat sejumlah negara yang telah menerapkan IoT. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Vice President Corporate Affairs Samsung Electronics Indonesia, Lee Kang Hyun melihat kesiapan Indonesia mengadopsi perangkat yang terhubung dengan akses internet atau Internet of Things (IoT) saat ini. Menurutnya, langkah Indonesia untuk mengadopsi IoT saat ini masih butuh proses. 

Hal itu dikarenakan perangkat IoT yang ada di Indonesia saat ini masih belum banyak berkembang. Lee menilai perangkat IoT yang tersebar di Indonesia jumlahnya masih terbatas. Ia juga menganggap  masih ada sejumlah kesiapan yang harus dilakukan untuk menggenjot adopsi perangkat IoT, termasuk kesiapan infrastruktur hingga industri pendukung.

Meski begitu dia tak menampik jika IoT punya potensi besar di Indonesia. Akan tetapi dukungan ekosistem menjadi salah satu penyokong utama terkait cepat atau lambatnya adopsi perangkat IoT. Selain penyedia perangkat, kesiapan konsumen serta dukungan pemerintah juga memengaruhi cepat atau lambatnya adopsi IoT.

“Saya pikir itu terlalu cepat. Di Indonesia, IoT aja belum ada dan saat ini masih terus berkembang,” ucap Presiden Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Korea Selatan tersebut.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar