16 November 2017 | Reza - Redaksi | News

Keringat Bisa Jadi Basis Data Biometrik Alternatif

Teknologi biometrik semakin populer. Banyak perangkat-perangkat konsumen yang telah mengadopsi teknologi ini. Biasanya teknologi yang telah beredar di masyarakat menggunakan modalitas visual seperti pengenalan wajah, irish retina mata dan sidik jari.

Bahkan sekelompok perusahaan besar dari wilayah Asia Pasifik telah mengembangkan teknologi untuk mendapatkan alternatif modalitas biometrik . Salah satu contohnya, pengembangan sensor pemindai berbasis aroma atau bau.

Dan yang terbaru, saat ini seorang asisten profesor asal Universitas Albany, Amerika Serikat, Jan Halámek, tengah mencoba pendekatan baru terhadap otentikasi pengguna pada perangkat konsumen berbasis keringat. Dalam makalah penelitian bertajuk ‘Is Sweat Recognition A Viable Authentication Modality?’ Halámek berpendapat bahwa sekresi kulit menawarkan profil asam amino individu yang cukup unik untuk tujuan identifikasi.

Data tersebut dipasangkan dengan data tambahan seperti opla dalam tingkat keringat selama wakti tertentu, informasinya dapat menawarkan sesuatu yang mendekati mode proofikasi (pembuktian) biometrik. Berkaitan dengan itu, Halámek mengatakan bahwa timnya telah berhasil pelakukan pengujian di laboratorium, dan sekarang tengah mencoba menjalin kerja sama dengan sejumlah insinyur yang dapat menggabungkan hasil penelitiannya ke dalam perangkat elektronik.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar