15 Desember 2017 | Reza - Redaksi | News

Sistem Pengamanan Komplek Parlemen Amatiran

Komplek Parlemen Senayan

Sudah sepatutnya gedung parlemen, sebagai salah satu lembaga tinggi negara memiliki sistem keamanan yang ketat. Bahkan di beberapa negara lainnya, akses untuk memasuki kompleks parlemen sangat sulit, dan tak jarang setiap orang yang hendak masuk mesti memperlihatkan sejumlah dokumen seperti paspor, identitas kependudukan dan dokumen-dokumen terkait lainnya.

Namun tidak demikian dengan gedung parlemen Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Fadli Zon. Menurutnya saat ini akses tamu yang masuk ke wilayah komplek parlemen tidak terlalu ketat.

Hal lainnya yang disorotinya, adalah banyaknya kamerea pengawas (CCTV) yang tak berfungsi alias mati. Padahal, CCTV merupakan bagian dari sistem pengamanan. Dari hasil tinjauannya, didapati hanya 18 CCTV yang bekerja dari 136 CCTV yang ada di gedung DPR."Saya kira DPR sebagai lembaga tinggi negara, sistem pengamanannya ternyata masih sangat lemah," kata Fadli.

Terkait temuannya ini, Fadli berencana untuk segera menggelar rapat dengan turut serta melibatkan Sekretariat Jenderal DPR. Dirinya akan mencari tahu kebenaran seputar CCTV termasuk mengecek perawatan rutinnya. "Monitornya juga enggak berfungsi dengan baik . Server nyala tapi enggak ada apa-apa. Menurut saya ini amatiran lah," tegas politisi Partai Gerindra itu.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar