10 Januari 2018 | Denny - Redaksi | News

Pengenalan Wajah Pertama Kali Dipakai Untuk Olimpiade Tokyo 2020

Ilustrasi

Teknologi face recognition (pengenal wajah) akan dipakai untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan Olimpiade. Teknologi canggih tersebut akan diterapkan pada pesta olahraga Olimpiade Tokyo 2020. Panitia penyelenggara akan menggandeng NEC Corp sebagai penyedia fasilitas.

Panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 menganggap penggunaan teknologi pengenal wajah akan meminimalisir risiko kemanan atas kartu identitas. Selain itu, teknologi deteksi wajah juga dinilai mampu mempercepat antrean para atlet, pejabat, dan awak media ketika masuk ke berbagai lokasi.

Untuk mengatur sistem, para atlet, pejabat, dan jurnalis akan dibekali kartu pengenal. Pada kartu tersebut, terdapat foto dari pemegang kartu. Foto wajah dalam kartu inilah yang kemudian akan disimpan dalam sebuah database.

Saat pemegang kartu masuk ke area venue, sistem pengenal wajah akan membandingkan gambar dalam foto dengan wajah asli. Proses ini akan berjalan cepat jika kartu tanda pengenal dipegang oleh pemilik kartu yang sebenarnya. Namun, jika kartu tersebut didapatkan dari hasil curian, proses verifikasi akan berlangsung lebih sulit.

Selain itu, sistem canggih tersebut diperkirakan mampu mendeteksi hingga 400.000 wajah manusia. Namun sebenarnya, sistem pengenal wajah sebetulnya bukanlah hal baru. Sebab, beberapa smartphone telah mengadopsi sistem ini untuk keamanan perangkat.

Meski begitu, penerapan teknologi ini di ajang Olimpiade menorehkan sejarah. Ia tercatat sebagai adopsi teknologi pengenal wajah terbesar sekaligus pertama kalinya di sepanjang sejarah Olimpiade.

Olimpiade Tokyo dijadwalkan berlangsung antara 24 Juli - 9 Agustus 2020. Kemudian dilanjutkan dengan perhelatan Paralimpiade mulai 25 Agustus - 6 September 2020. Mengingat Olimpiade masih akan diselenggarakan dua tahun lagi, NEC masih akan menyempurnakan teknologi ini melalui beberapa pengujian. Termasuk menghitung efektivitas sehingga tidak akan terjadi antrean di gerbang masuk.

NEC sendiri telah mengembangkan teknologi pengenalan wajah selama bertahun-tahun. Pada 2014 lalu, NEC telah membuat sistem pendeteksi wajah bernama NeoFace. Sistem ini sempat menjadi bahan perbincangan lantaran kemampuannya membantu Depertemen Kepolisian Chicago melacak seorang tersangka kriminal.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar