16 Januari 2018 | Denny - Redaksi | News

NEC Dukung Pembangunan Sistem Pencegah Bencana di Indonesia

Ilustrasi

Manufaktur teknologi asal Jepang, NEC, mengumumkan dukungannya terhadap sistem pencegah bencana yang sedang dibangun oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) RI. Hal ini merupakan usulan dari pemerintah Jepang untuk membantu pemerintah Indonesia dalam meningkatkan perangkat manajemen pengelolaan bencana, yang akan dioperasikan mulai pertengahan 2018 nanti.

Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara kepulauan yang rentan bencana seperti gempa bumi dan tsunami seperti yang terjadi pada 2004 silam. Sejak itu, alat pemantau dan sistem peringatan untuk gempa dan tsunami sudah dipasang dan beroperasi, namun pemerintah ingin meningkatkan tingkat akurasi dalam mengestimasi magnitude dan analisis epicenter.

Sistem pencegah bencana untuk area yang luas ini akan mengumpulkan data intensitas seismik dan pola arus yang dikumpulkan dari seismometer yang baru dipasang di 93 lokasi di seluruh Indonesia. Data tersebut akan dikumpulkan ke sebuah server yang berada di kantor BMKG yang dikirim secara real time via sistem komunikasi berbasis satelit (VSAT).

Dengan begitu, petugas BMKG RI dapat memantau aktivitas pergerakan bumi yang terus terjadi di daerah-daerah rawan Indonesia. Selain itu estimasi terhadap magnitude dan analisis epicenter juga makin akurat.

"Sistem dari NEC ini akan berkontribusi dalam usaha pemerintah Indonesia yang sedang mengurangi dampak maksimal dari sebuah bencana. Selain itu, NEC juga ingin mendukung usaha ini dengan memberikan sistem yang dapat mendeteksi gempa bumi dan tsunami secara cepat," ujar GM Smart Infrastructure Division NEC Corporation, Minoru Hirata.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar