31 Januari 2018 | Denny - Redaksi | News

China Pakai Sistem Pengenalan Wajah untuk Awasi Etnis Uighur

Ilustrasi

Untuk melacak anggota dari etnis Muslim Uighur yang dicurigai, Pemerintah China saat ini sedang menguji sistem pengenalan wajah terbaru. Sistem pengenal wajah ini juga akan memberi tahu pihak berwajib saat ada anggota Uighur keluar dari zona aman yang sudah ditetapkan.

Menurut sejumlah laporan, teknologi tersebut digunakan di desa-desa yang didominasi Muslim di wilayah Xinjiang, China barat. Salah seorang yang mengetahui proyek tersebut menyatakan, polisi akan mendapat pemberitahuan jika seorang individu berada dalam jarak lebih dari 300 meter dari rumah atau tempat kerja mereka.

"Proyek peringatan ini menghubungkan kamera keamanan dengan pusat data individu yang telah menarik perhatian polisi dan melacak gerakan mereka di wilayah tertentu," ujar sumber tersebut. Dia juga menambahkan bahwa polisi kemudian dapat menindaklanjuti dengan mencegat individu, mengunjungi rumah mereka, atau menanyai mereka, keluarga dan teman.

Kontraktor pertahanan negara yang dikelola China, Electronics Technology Group, adalah otak di balik proyek pengawasan ini. Mereka mengklaim bahwa ini adalah bagian dari usaha perusahaan untuk mengembangkan perangkat lunak guna mengumpulkan data tentang pekerjaan, hobi, kebiasaan konsumsi, dan perilaku warga biasa untuk memprediksi tindakan teroris sebelum terjadi.

Namun kritikus telah mengemukakan kekhawatiran bahwa proyek tersebut mengubah kawasan ini menjadi negara polisi berteknologi tinggi. "Sistem seperti ini jelas sangat sesuai untuk mengendalikan orang," kata pakar keamanan Jim Harper, wakil presiden eksekutif Competitive Enterprise Institute. "'Tolong tunjukkan kartu identitas' adalah simbol yang hidup di bawah tirani di masa lalu. Sekarang, pejabat pemerintah tidak perlu bertanya. "

Wilayah Xinjiang - rumah bagi lebih dari 10 juta etnis Muslim Uighur - berbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan. Wilayah ini telah menjadi salah satu tempat paling banyak dikontrol di dunia.

Pemerintah daerah telah memerintahkan penduduk untuk memasang sistem pelacakan satelit di mobil mereka. Orang harus tunduk pada sistem pemindaian wajah untuk memasuki pasar, membeli bahan bakar atau mengunjungi tempat-tempat seperti terminal bus utama ibukota Urumqi.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar