06 Februari 2018 | Denny - Redaksi | News

Studi Terbaru Ungkap Drone yang Sedang Lakukan Pengintaian

Ilustrasi

Penggunaan drone telah menjadi umum dan populer dalam beberapa tahun terakhir. Namun ternyata banyak masalah yang muncul di belakangnya, seperti pelanggaran privasi. Penggunaan pesawat tak berawak oleh oknum-oknum iseng tak bertanggung jawab bahkan kerap menyentuh area privat sekalipun, contohnya kamar mandi.

Jika dikaitkan dengan keamanan, penggunaan drone pun dapat memudahkan serangan teroris. Contohnya, kelompok teroris mampu menggunakan drone untuk mengambil gambar tentara pertahanan di sebuah area perbatasan, ataupun memotret pembangunan sistem batas pertahanan yang mencegah teroris masuk.

Sebuah studi terbaru dari Ben Gurion University (BGU) menemukan teknik baru yang mendeteksi sebuah drone yang sedang mengambil gambar dari sebuah video stream yang terenkripsi. Di samping itu, studi baru ini juga dapat memberitahu apakah drone itu sedang mengambil video di daerah pemilik lahan.

Pada simulasi pertama, para peneliti menunjukkan bagaimana mudahnya percobaan pelanggaran privasi seseorang di rumahnya. Sebuah tirai pintar yang diletakkan di jendela kemudian mencegah stream video terenkripsi yang disiarkan dari drone kepada operator melalui saluran First Person View (FPV).

Kemudian, pantulan dari tirai pintar tersebut yang disebabkan dari streaming kencang video dari drone, memungkinkan para periset untuk membuktikan bahwa seorang tetangga secara ilegal menggunakan sebuah drone DJI Mavic untuk memotret rumah tersebut. Hal ini sudah dapat dikatan melanggar privasi penghuni rumah tersebut.

Menariknya lagi, metode ini disebut-sebut dapat digunakan dari perangkat mobile apapun yang menggunakan sistem operasi Linux. Serta dan tidak memerlukan kemampuan break-in yang rumit atau pelatihan kriptografi khusus.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar