03 Maret 2018 | Reza - Redaksi | News

Sistem Biometrik 'Pecat' 50 Ribu Pegawai Fiktif KRG

Ilustrasi Sistem Biometrik

Wakil Perdana Menteri Pemerintahan Regional Kurdistan (KRG), Qubad Talabani, mengungkapkan bahwa telah berhasil memangkas jumlah kerugian untuk membayar gaji pegawai negeri fiktif.Selama Februari 2018, lebih dari 50 ribu pegawai fiktif berhasil dihapus dari daftar gaji.

Talabani mengatakan keputusan untuk mengaplikasikan sistem biometrik dalam daftar gaji pegawai adalah langkah yang tepat. Dan atas pencapaian ini, dia berpandangan bahwa reformasi yang tengah dijalankan ini, masih di tahap awal."Sistem biometrik bukanlah tujuannya. Ini adalah langkah awal untuk mengatur lapangan kerja publik, "kata Talabani.

KRG telah memperkenalkan sistem pembayaran elektronik baru Oktober 2017 lalu yang dirancang untuk memodernisasi metode penyaluran gaji saat ini kepada pegawai pemerintah Sistem ini disiapkan untuk menangani masalah pegawai fiktif, dan mampu melacak nama serta pengeluaran untuk gaji KRG.

Hasilnya, kini pegawai KGR berjumlah 1.249.481 orang, turun dari jumlah sebelumnya sebesar 1,4 juta. "Kami juga mencoba menemukan pegawai fiktif yang mungkin memiliki kontrak kerja tapi tidak bekerja."



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar