17 Maret 2018 | Reza - Redaksi | News

Tiongkok Digadang-gadang Jadi Raja AI

Memasuki era Internet of Things, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligent (AI) menjadi suatu peranan yang penting dalam menopang perputaran IoT itu sendiri. Berbagai negara dari segala penjruu dunia berlomba-lomba mengembangkan AI. Lalu siapa yang terbaik?

Future Today Institute, lembaga nirlaba yang konsen pada pengembangan teknologi memprediksi Tiongkok akan menjadi pemimpin di bidang kecerdasan buatan. Alasannya, , pemerintah negara tersebut telah berinvestasi begitu besar pada teknologi ini, termasuk ke sejumlah perusahan rintisan.

"Perkembangan kecerdasan buatan merupakan versi modern dari perlombaan senjata, dan di 2018, Tiongkok akan menjadi negara yang tak tertandingi di dunia di bidang ini," tutur pendiri Future Today Institute, Amy Webb.

Dalam laporan itu dituliskan jika data diibaratkan sebagai minyak baru, Tiongkok dengan populasi terbesar dapat dikatakan memiliki sumber daya terbesar, khususnya data manusia. Terlebih, tak ada batasan mengenai privasi dan keamanan di negara tersebut.

"Saya tak iri dengan kemampuan Tiongkok sebagai bangsa untuk melakukan hal ini, tapi saya mempertanyakan akhir dari pengembangan ini dan akibatnya bagi kehidupan," tutur Webb. Perusahaan asal Tiongkok juga terbilang aktif ikut pengembangan kecerdasan buatan.

Beberapa perusahaan Tiongkok yang dimaksud adalah Tencent, Baidu, dan Alibaba. Sementara perusahaan lain yang juga turut berpartisipasi dalam kecerdasan buatan adalah Apple, Amazon, Google, Facebook, IBM, dan Microsoft.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar