23 April 2018 | Denny - Redaksi | News

Siswa SMA Kanaan Ciptakan Inovasi untuk Aplikasi Kota Pintar

Ilustrasi

Tim siswa dari SMA Kanaan, Kota Tangerang, berhasil membuat teknologi terapan yang digunakan untuk memperlancar konsep kota pintar. Tim ini berhasil membuat miniatur kota yang bernama Smart City for Security and to Optimize Energy. Pengelolaan teknologi tersebut dilakukan langsung dari layar smartphone.

Konsep tersebut memungkinkan seluruh pengelolaan kota, mulai dari sistem parkir, sumber energi, lalu lintas, hingga lingkungan, semuanya bisa dikontrol dengan smartphone, baik oleh warga maupun pemerintah kota, sehingga akan mempermudah aktivitas mereka.

"Jadi kami membuat konsep sebuah kota dengan teknolog untuk membantu kinerja manusia," ujar Billy, perwakilan tim SMA Kanaan, saat dipamerkan dalam ajang Indonesian Youth Robot Competition di ICE BSD City, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Siswa Kelas 11 SMA Kanaan ini menciptakan sistem portal dengan teknologi infra red yang dapat mendeteksi laju kendaraan keluar masuk perumahan atau kota per harinya, yang terkoneksi dengan smartphone.

"Tujuannya untuk menghitung pengendara yang lewat per hari di dalam perumahan atau kota, dan mendata biaya parkirnya. Sehingga bisa mencegah korupsi dalam keuangan perpakiran," sebut Billy.

Dalam miniatur kota siswa SMA Kanaan ini, ada beberapa teknologi yang bisa diandalkan untuk terus dikembangkan dan disempurnakan lagi. Pertama, adalah sistem portal masuk, parkir, dan keluar.

Sistem portal ini berguna untuk mengatur dan mengetahui pergerakan yang masuk dan keluar kota. Sistem portal untuk motor, mobil pribadi, dan truk ini, mendeteksi lalu lintas kendaraan dengan sensor.

Pada portal masuk perumahaan misalnya, mereka memasang tiga sensor infra red, untuk mobil dan motor. Pada portal mobil terpasang tiga sensor atas bawah yang bisa mendeteksi mobil pribadi dan truk.

Sensor itu juga berfungsi untuk membuka portal secara otomatis. Sedangkan untuk portal motor, terpasang dua sensor infra red untuk mengetahui pergerakan motor dan membuka portal secara otomatis.

"Jika mobil pribadi yang masuk, maka hanya satu sensor yang menangkap. Jika truk, maka kedua sensor yang terpasang akan menangkap sekaligus. Yang satu lagi untuk membuka portal," jelasnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar