15 Juni 2018 | Reza - Redaksi | News

Rawan Kebakaran, Gedung-gedung di Banjarmasin Akan Diaudit

Kasi Pencegahan, Pemadaman Satpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin Muhammad Zuliansyah mengungkapkan, hanya 10 persen dari semua gedung dan bangunan milik pemerintah maupun swasta yang memiliki peralatan pemadam kebakaran dan pemahaman mengenai pendidikan siaga kebakaran.

Karenanya, dia bersama seluruh jajarannya mencanangkan pengawasan standar peralatan pemadam kebakaran ke seluruh bangunan di Kota Banjarmasin. Langkah ini seiring makin banyaknya gedung bertingkat dan tingginya intensitas kebakaran di Banjarmasin.

Dia menjelaskan pendataan dan pengawasan peralatan pemadam kebakaran di setiap gedung dan bangunan mengacu Perda Banjarmasin Nomor 13 tahun 2008 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran. Selepas Lebaran 1439 Hijriah, ia akan menyosialisasikan ke seluruh pemilik gedung di Banjarmasin tentang penanganan dan pencegahan bahaya kebakaran.

Setelah sosialisasi, pihaknya juga akan mengecek kelengkapan peralatan kebakaran di seluruh gedung di Kota Banjarmasin, seperti box hydrant, hydrant gedung, hydrant pilar, spinkler system, smoke detector, fire alarm system, apar, heat detector, dan peralatan yang lainnya.

"Bukan hanya memeriksa, kami akan mencoba fungsinya supaya ketika terjadi kebakaran semua perlatan bisa berfungsi dan digunakan,” ujar Zuliansyah.

Karena menurutnya, setiap bangunan luas 15 meter persegi idealnya punya satu tabung apar 3 kilogram. Lebih lanjut dia menuturkan, melalui langkah ini ditargetkan pada tahun 2019 seluruh bangunan yang ada di Kota Banjarmasin dapat memenuhi standar yang layak.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar