03 Juli 2018 | Andri - Redaksi | News

Dinamika Perangkat Sistem Keamanan di Jakarta

Ilustrasi

Pasar Jakarta telah mengadaptasi sistem keamanan yang sesuai dengan perkembangan teknologi terkini. Kebutuhan terhadap sistem pengawasan pun tak hanya mencakup pada dunia bisnis dan industri besar, melainkan sudah merambah ke sektor perumahan.

Jakarta sebagai sebuah ibu kota telah menjadi cerminan Indonesia dari segi apa pun. Jika kita bicara tentang solusi sistem keamanan, tentu Jakarta bisa dibilang yang terdepan. Begitu banyak merek perangkat sistem keamanan, baik ekspansi dari luar negeri maupun lokal, saling bersaing di pasaran. Selain kebutuhan terhadap pengawasan yang makin meningkat, konsumen di pasar pun semakin matang dalam memilih produk berkualitas baik yang didampingi dengan pelayanan memadai.

Trennya pun terus berkembang mengikuti apa yang sedang tren di dunia. Pasar di Jakarta telah melihat kebutuhan yang tinggi terhadap standar keamanan dan keselamatan yang lebih baik untuk seluruh fasilitas.

Harish Vellat, Vice President/General Manager Honeywell Security & Fire Asia Pasific mengatakan, ada beberapa hal yang tengah terjadi pada tren sistem keamanan di Jakarta saat ini. “Mulai dari perpindahan sistem analog ke teknologi berbasis IP, penyediaan cloud untuk penyimpanan rekaman, penerapan enkripsi yang kian rumit agar data tidak dapat diserang, kemampuan software analytic yang makin berkembang pesat, dan penggunaan perangkat mobile untuk memantau suatu tempat dan kondisi,” ujarnya.

Selain tren-tren tersebut, Harish juga melihat pembaruan berkelanjutan pada beberapa teknologi sistem keamanan seperti sistem CCTV di Jakarta. Dia memantau perkembangan kualitas megapixel yang dibarengi peningkatan teknologi kompresi sehingga memungkinkan lebih banyak data yang dapat disimpan dengan perangkat rekaman yang memadai. Perangkat sistem keamanan yang sudah berbasis IP diperkirakan akan menjadi sebuah standar yang wajib dimulai saat ini.

Rona Novardania, Key Account Manager Security Systems PT Robert Bosch, Indonesia mengatakan, yang harus diperhatikan adalah layanan purna jual. Karena sekarang banyak CCTV yang sudah berbasis IP di pasaran, tapi bila tidak dibarengi dengan servis dan kualitas yang bagus maka merek tersebut akan cepat tumbang.

“Kalau untuk pasar Jakarta memang sudah mulai dewasa dan berkembang pesat. Sebuah merek tidak hanya dilihat dari teknologinya, tapi juga dari kualitas dan servis yang bagus. Kalau di luar kota atau daerah lain, orang lebih mempertimbangkan harga.”

Faktor Penyebab Tren

Sebagai salah satu pemimpin produsen perangkat sistem keamanan ternama di kawasan Asia Pasifik, Harish memiliki analisis tersendiri untuk faktor yang menyebabkan tren di Jakarta. Salah satunya adalah persaingan masif para produsen elektronik hingga mengakibatkan kepemilikan teknologi menjadi kian terjangkau dan percepatan konektivitas Internet yang meningkat pesat.

Perubahan ini berimplikasi pada apa pun yang kita lakukan dan bagaimana para pengguna memakai teknologi sistem keamanan. Harish menjelaskan, “Misalnya saat ini kami menawarkan produk yang memungkinkan pengguna memantau sistem keamanan dari jarak jauh. Sebagai contoh, pemilik rumah mendapat notifikasi ketika kamera pengawas menangkap ada seseorang yang mencobamasuk tanpa izin, sehingga bisa diambil tindakan pencegahan.”

Tingkat pengetahuan end user terhadap manfaat perangkat sistem keamanan di Jakarta juga dianggap makin matang, hingga berimbas pada sebuah tren.

Theodony, Direktur PT Bahana Solusi Indokarya, sebuah perusahaan System Integrator (SI) di Jakarta menyetujui hal tersebut. Menurutnya, dulu masyarakat menggunakan CCTV hanya sebagai alat pemantau. Tapi sekarang para pengguna di Jakarta sudah paham bahwa esensi CCTV terletak pada rekaman dan kualitas gambarnya. Sebab dari sana bisa diambil tindakan lebih lanjut.

“Dari pengalaman-pengalaman seperti itu maka pelanggan mulai memahami apa kegunaan CCTV yang sebenarnya. Misalnya pelanggan sudah mengerti apakah mereka memerlukan resolusi tinggi, berapa lama masa rekaman, dan limitasi sistem yang seperti apa.”

Jakarta Butuh Solusi Terintegrasi

Ancaman keamanan yang kerap muncul di Ibu Kota membuat segala lini melakukan langkah pengamanan. Mulai dari instansi pemerintah, perkantoran swasta, pusat perbelanjaan dan ritel, perbankan, perhotelan, kawasan industri maupun perumahan. Agar seluruh kebutuhan pengamanan tersebut bisa terakomodasi, tentunya dibutuhkan sebuah sistem keamanan yang terintegrasi.

Hendra Gunawan, Sales Director PT Prima Inovasi Teknologi (PIT), distributor kamera Smart IP Hikvision diIndonesia menyebutkan, integrasi sistem keamanan dimulai dari produk kamera CCTV yang memadai. “Sekarang ini tersedia kamera CCTV berteknologi canggih dengan adanya fungsi intelligent analytic di dalam kamera. Hal ini bisa membantu untuk mengetahui adanya suatu kejadian saat kamera tidak dipantau langsung dan bisa memberikan peringatan berupa alarm,” terangnya. Dia memberikan contoh, penggunaan kamera yang dilengkapi fitur pembaca pelat nomor kendaraan juga sudah mulai tren di Jakarta.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana menggabungkan kamera-kamera tersebut hingga terintegrasi. Menurut Hendra, mau dipasang seberapa banyak pun akan jadi percuma bila manajemen datanya tidak bagus. “Jadi diperlukan perangkat khusus yang bisa melayani manajemen data perangkat kamera CCTV canggih tadi, sekaligus mengintegrasikannya ke perangkat keamanan lain seperti sistem alarm dan lainnya.”

Harish Velat juga menyatakan pendapat serupa mengenai pentingnya pengintegrasian. Menurutnya, solusi keamanan terintegrasi terdiri dari rangkaian produk yang komprehensif seperti CCTV untuk pengawasan, akses kontrol untuk perlindungan, sistem alarm kebakaran untuk mendeteksi kebakaran, dan alarm intrusi untuk memantau penyusup. “Tak lupa pula, seluruh sistem keamanan yang sudah terintegrasi tersebut juga harus mudah digunakan oleh si operator. Jadi petugas berwenang di masing-masing instansi bisa mengambil tindakan begitu ada peringatan.”

Bagaimana Nasib Kamera CCTV Analog?

Seperti yang telah disinggung dari awal, saat ini tren perangkat sistem keamanan lebih mengarah ke perangkat berbasis IP. Namun, bukan berarti teknologi berbasis analog dilupakan begitu saja. Menurut beberapa tokoh di dunia sistem keamanan di Jakarta, kamera CCTV jenis analog masih tetap digemari.

Stefanus Ronald Juanto, Direktur Bogor CCTV, mengungkapkan hal yang sama bahwa kamera analog tetap digemari oleh sebagian end user karena instalasinya terkenal cukup mudah dan simpel. “Sistem analog tinggal plug and play, dibandingkan dengan kamera tipe IP yang harus setting sana-sini.”

Saat ini, beberapa kamera CCTV analog juga telah memiliki kualitas yang jauh lebih baik, seperti penyematan fitur resolusi tinggi. Dia menjelaskan, “Bahkan untuk beberapa merek, ada kamera CCTV analog yang sudah memiliki resolusi hingga 5 MP.” Dirinya beranggapan, masih eksisnya kamera CCTV berbasis analog terjadi karena harga yang cukup terjangkau, sehingga digemari oleh pengguna pemula atau dalam skala kecil. Selain itu, para teknisi saat ini masih lebih familier dengan pemasangan kamera CCTV analog. “Itulah sebabnya di segmen end user pemula, kamera analog masih mendominasi dibanding kamera IP.”



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar