06 Juli 2018 | Denny - Redaksi | News

Australia Mulai Uji Coba Sistem Check In Biometrik di Bandara

Ilustrasi

Seluruh penumpang Qantas Airlines yang akan terbang melalui Bandara Sydney, Australia, akan melakukan proses check-in yang terbilang baru. Mereka kini tak perlu lagi menunjukkan paspor, sebabnya otoritas Bandara Sydney sedang menguji coba proses check in otomatis memakai teknologi biometrik.

Seperti yang dilansir Engadget, para penumpang cukup melakukan proses pengenalan wajah, kemudian membawa tas, menuju akses lounge, dan naik ke pesawat. Proses Check in biometrik otomatis ini akan memudahkan pekerjaan para pegawai di bandara.

Chief Executive Officer (CEO) Bandar Udara Sydney Geoff Culbert mengatakan, tidak akan ada lagi paspor yang harus ditunjukkan. "Wajah akan menjadi tiket masuk dan paspor para penumpang," kata Culbert. Menurutnya, sistem check ini biometrik ini akan diterapkan di seluruh bandara Australia.

Sistem biometrik telah didukung oleh pemerintah federal Australia. Bahkan mereka telah menyuntik dana sekitar 16,6 juta dolar AS agar teknologi tersebut bisa diadopsi di seluruh bandara Australia. Saat ini, Canberra berada diurutan pertama untuk peluncuran Smart Gate atau check in pintar pada Maret 2019 mendatang. Meski tergolong canggih, check in biometrik masih menuai kontroversi.

Seorang ilmuwan bernama Dr Bruce Baer Arnold mengatakan, biometrik cukup bahaya diterapkan. "Teknologi tersebut bisa diakses oleh lembaga pemerintahan lain yang juga menggunakan biometrik," jelas Arnold. Transparansi data telah menjadi hal besar saat ini. Data dalam jumlah besar kini dapat digunakan dan disimpan tanpa sepengetahuan masyarakat.

Sementara itu di Amerika Serikat (AS), teknologi pengenalan wajah yang akan menggantikan identifikasi konvensional sedang dipertimbangkan. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) telah merencanakan untuk meluncurkan Vehicle Face System. Teknologi tersebut merupakan sebuah inisiatif dalam mengidentifikasi orang-orang yang masuk dan ke luar di perbatasan AS. Rencananya teknologi tersebut akan mulai diterapkan Agustus mendatang.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar