09 Juli 2018 | Denny - Redaksi | News

Minim Alat Keselamatan, 508 Gedung di Jakarta Rawan Kebakaran

Gedung Kemenhub Kebakaran

Ratusan gedung pencakar langit yang ada di DKI Jakarta dinyatakan masih sangat rawan kebakaran. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Subejo. Menurutnya, hal tersebut disebabkan kurangnya kesadaran pemilik gedung dan minimnya peralatan keselamatan dan pencegah kebakaran.

Subejo menjelaskan, menurut data yang dimiliki oleh pihaknya, hampir 50% gedung di DKI tidak memiliki sistem pencegahan dini kebakaran. Sedangkan berdasarkan data tahun 2017, tercatat ada 508 gedung dari 867 total gedung yang belum memenuhi standar keamanan.

Padahal, Subejo menegaskan bahwa seharusnya gedung-gedung bertingkat di Jakarta harusnya memiliki peralatan pencegahan kebakaran yang memadai. Namun sebaliknya di lapangan, alat tersebut masih minim sekali. “Seperti sprinkle tak berfungsi, hydrant mati, hingga selang yang tidak berfungsi dengan baik,” ucapnya, kemarin.

Menurut dia, Dinas Damkar DKI Jakarta sudah berupaya meminimalisasi terjadinya musibah kebakaran di Jakarta dengan melakukan imbauan dan penyuluhan secara rutin kepada para pengelola gedung pencakar langit tersebut. Namun mereka seakan tidak mengindahkannya.

Subejo mencontohkan kebakaran yang terjadi di Gedung Karya Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Gambir, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Dia menjelaskan, kebakaran yang merenggut korban jiwa itu bisa diminimalisir. "Bila sistem sensor asap bekerja dengan baik, penghuni gedung bisa dapat langsung mengetahui dan menyelamatkan diri. Namun, saat kebakaran itu terjadi sistem tersebut sedang dalam perbaikan. Akibatnya ada tiga orang korban meninggal," paparnya.

Peristiwa tersebut diharapkan oleh Subejo menjadi pelajaran bagi para pengelola gedung untuk segera memperbaiki instalasi perangkat keselamatan dan pencegah kebakaran di gedungnya masing-masing. "Diharapkan agar lebih cepat perbaikannya jika ada indikasi instalasinya tidak berfungsi lagi," pungkasnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar