11 Juli 2018 | Denny - Redaksi | News

Embarkasi Jadi Lokasi Perekaman Biometrik Calon Jamaah Haji

Ilustrasi

Kementerian Agama RI mengumumkan perekaman data biometrik calon jamaah haji Indonesia akan dilakukan di 18 embarkasi di seluruh wilayah. Tata cara perekaman data biometrik tersebut dilaksanakan bersamaan dengan proses lain setelah calon jamaah tiba di embarkasi haji.

Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler Kementerian Agama, Nasrullah Jasman mengatakan perekaman biometrik mencakup 10 jari dan foto wajah. Data mereka kemudian langsung terintegrasi dengan imigrasi Arab Saudi. "Ketika jamaah masuk asrama langsung ada kegiatan tambahan itu perekaman biometrik, online langsung ke imigrasi bandara Arab Saudi," ucap Nasrullah, beberapa hari lalu.

Ia menjelaskan alasan pemberlakuan sistem ini adalah untuk mempersingkat masa tunggu para jamaah di bandara. Jadi setelah menginjak bandara Arab Saudi, mereka hanya tinggal diverifikasi satu jari dan stempel kedatangan di paspor masing-masing.

Nasrullah menjelaskan, proses perekaman data biometrik ini tidak akan memakan waktu lama, yakni hanya sekitar empat jam untuk satu kloter. Proses tersebut akan bersamaan dengan persiapan segala kebutuhan lainnya sebelum berangkat seperti pemeriksaan kesehatan, pembagian gelang elektronik, kunci kamar hingga uang saku.

Menurut Nasrullah, koneksi internet untuk membuat data online dengan imigrasi disediakan oleh embarkasi. Proses perekaman dilakukan awal saat masuk embarkasi demi menghindari gangguan koneksi. Jika dilakukan saat akan berangkat, proses perekaman dikhawatirkan terkendala sehingga dapat mengganggu jadwal keberangkatan. Sehingga, kata Nasrullah, perekaman data dilakukan di awal sebelum jamaah istirahat di embarkasi.

Setiap asrama nantinya juga akan memberlakukan kebijakan masing-masing untuk proses ini. Ada yang sudah membentuk one stop service untuk semua kegiatan semua seperti pembagian gelang dan lainnya. Setelah itu jamaah istirahat hingga keberangkatan.

Ada juga yang memberlakukan kebijakan jamaah beristirahat dulu 2 jam baru melakukan perekaman biometrik. Menurutnya, alat perekaman data akan tersedia sekitar H-3 sebelum keberangkatan pertama pada 17 Juli. "Sebanyak 224 orang petugas telah dipersiapkan untuk membantu jamaah melakukan perekaman data, termasuk perangkatnya inshaallah H-3 sudah siap, ready di embarkasi," pungkasnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar