09 Agustus 2018 | Andri - Redaksi | News

Angkatan Darat AS Beli Microwave Cannon untuk Jatuhkan Drone

Ilustrasi

Peristiwa percobaan pembunuhan terhadap presiden Venezuela yang dilakukan dua drone pembawa bom telah menginisiasi Angkatan Darat AS untuk melengkapi keamanannya dengan drone microwave. Rencananya sistem microwave buatan Lockheed Martin akan menjadi pilihan agensi untuk melawan drone.

Dalam keterangannya, senjata anti drone tersebut akan dipasang ke pesawat terbang untuk menonaktifkan drone fixed-wing atau quadcopter dengan sinar radiasi terfokus. Sistem baru Angkatan Darat ini tidak jauh berbeda dari sistem microwave serupa yang dikembangkan oleh Lockheed Martin untuk Angkatan Udara yang disebut Self-Protect High Energy Laser Demonstrator atau SHiELD yang digunakan untuk melawan rudal yang datang.

Salah satu agen menyebutkan, sistem pesawat tak berawak yang sedang dipertimbangkan meliputi peledak, jaring, entangler/streamer dan sumber daya gelombang mikro bertenaga tinggi. Proposal sudah diajukan, tinggal menunggu jawaban dengan batas waktu jatuh tempo pada 18 Agustus 2018.

Dalam kasus Maduro, pasukan keamanan Venezuela hanya menembakkan drone dari langit dengan senapan, menyebabkan pesawat itu meledak atau jatuh ke tanah. Padahal, sejumlah peralatan yang lebih canggih dan berpotensi lebih aman tersedia. Salah satunya penggunaan pengganggu sinyal radio yang ditargetkan untuk mentralkan drone yang menyebabkannya kehilangan kendali. Bahkan lembaga-lembaga lain telah melatih elang untuk menjatuhkan drone di Midflight mskipun cara ini masih kontroversial dan belum diadopsi secara luas.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar