09 Agustus 2018 | Andri - Redaksi | News

Peneliti Kembangan Pemindai Iris AI yang Dapat Membedakan Orang Hidup dan Mayat

Penggunaan sidik jari orang yang sudah tidak bernyawa untuk membuka kunci perangkat sangat mungkin dilakukan. Hal ini menimbulkan keresahan bahwa data yang tersimpan diperangkat suatu waktu nanti dapat diakses oleh orang lain dengan menggunakan jasad yang sudah terkubur. Lalu bagaimana dengan pemindaian iris?

Menjawab pertanyaaan tersebut, pihak peneliti Polandia saat ini sedang mengembangkan algoritma machine learning yang dapat membedakan antara iris orang mati dan orang hidup dengan akurasi 99%. Para ilmuwan melatih AI mereka pada database pemindai iris dari berbagai waktu setelah kematian serta sampel dari ratusan iris hidup, lalu sistem membandingkannya dengan mata yang belum dimasukkan dalam proses pelatihan .

Proses pelatihan tersebut sangat sulit dilakukan. Mata orang yang mati biasanya harus dibuka oleh retraktor, sehingga para peneliti harus memangkas semuanya kecuali iris untuk menghindari isyarat yang jelas. Pembuat algoritma juga berhati-hati untuk langsung mengambil foto menggunakan kamera yang sama yang digunakan untuk database mayat, mengurangi kemungkinan perbedaan teknis merusak hasil.

Namun demikian, ada yang berpendapat pendekatan yang dilakukan para peneliti hanya dapat membedakan mata setelah orang tersebut meninggal selama 16 jam atau lebih, karena perbedaan iris tidak cukup jelas dalam beberapa jam pertama. Jadi secara teoritis, seorang penjahat dapat membunuh seseorang, membuka matanya segera, lalu membuka ponsel korban.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar