Share

Direktorat Sains dan Teknologi Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, ingin mengembangkan platform manajemen identitas untuk perangkat Internet of Things (IoT). Secara spesifik departemen sedang mencari cara untuk mengautentifikasi entitas digital otomatis yang dapat melakukan tindakan di dunia maya atau yang sering disebut Non-Person Entities (NPEs).

Diharapkan perusahaan yang terpilih dapat menawarkan solusi pengamanan yang dapat mencegah pihak tak bertanggung jawab tang melakukan spoofing, mencuri informasi, atau menyebarkan malware. Setelah melalui proses tender, terpilih perusahaan penyedia solusi keamanan asal Kanada, Plurilock.

Dalam memenuhi kesepakatan kontrak senilai $ 200.000 ini, Plurilock mengandalkan platform manajemen identitas BioTracker yang berkemampuan mengautentifikasi identitas NPE melalui datai prilaku dan kontekstual dari pengguna. Teknologi Plurilock diklaim mampu melindungi dari botnet, pengeksploitasian, dan serangan DDos yang biasanya dirancang untuk menyerang jaringan IoT.

“Dengan pertumbuhan NPE yang cepat, pendekatan inovatif untuk mengidentifikasi mereka dengan tingkat kepastian yang tinggi adalah yang terpenting. Pendekatan Plurilock untuk mendukung kedua pengidentifikasi kriptografi lokal dan solusi identifikasi stand-off untuk lingkungan legacy dapat memberikan DHS dengan kemampuan disruptif, canggih untuk melindungi sumber daya jaringan yang penting,” tutur Anil John, Manajer Program R & D Identity Management S & T.

Sekadar catatan, pada tahun lalu Plurilock juga turut membentuk perjanjian kerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat dalam menguji BioTracker untuk keperluan dukungan tempur. Selain itu, baru-baru ini Plurilock juga menggandeng perusahaan lokal, Carahsoft Technology sebagai distributor resmi untuk menggaet Agensi Federal Amerika Serikat sebagai klien.

Related Articles

CCTV Card image cap
News Card image cap
  andri  25 January 2019
 25 January 2019
News Card image cap
© 2019 Indo Security System. All Rights Reserved.