11 Agustus 2018 | Reza - Redaksi | News

Kenya Resmi Memulai Program Perekaman Data Biometrik Warganya

Pasca dikeluarkannya keputusan mengenai urgensi akan kebutuhan undang-undang perlindungan data untuk mengoperasionalkan hak atas privasi bagi seluruh warga negara Kenya, pemerintah Kenya mengumumkan keputusan untuk memulai program pendaftaran biometrik skala nasional di tahun ini. Langkah ini diambil untuk meningkatkan perencanaan pemerintah, pemberian layanan publik dan sekaligus jaminan keamanan.

Sekretari kabinet bidang informasi dan teknologi komunikasi, Joe Mucheru mengatakan data yang akan dikumpulkan dalam proses pendaftaran mencakup koordinat GPS untuk alamat rumah, sidik jari, geometri tangan serta daun telinga, retina sekaligus scan iris, dan sampel suara. Semua proses tersebut akan dibawahi dan dikerjakan langsung oleh Kementerian Dalam Negeri Kenya.

Dia menjelaskan, nantinya sistem baru ini akan menyediakan satu sumber informasi pribadi dari seluruh warga Kenya dan juga orang asing yang terdaftar. Selain itu, program yang ditaksir memakan biaya hingga $ 30 juta ini, juga ingin memastikan bahwa setiap warga memiliki identitas yang jelas sehingga dapat mengakses semua layanan pemerintahan karena dapat teridentifikasi.

“Salah satu inisiatif adalah mendaftarkan semua 45 juta warga Kenya secara biometrik sehingga setiap orang akan memiliki identitas tunggal dan unik. Diharapkan setiap warga memiliki ID yang tercatat juga terintegrasi dengan data base Biro Registrasi Nasional, SIM, paspor, dan lainnya.”

Dia menambahkan, perangkat yang digunakan untuk merekam data pribadi warga, merupakan inovasi yang dikembangkan oleh para peneliti di UC San Diego Qualcomm Institute. Bahkan proses perekaman data ini juga sekaligus sebagai sara penelitian lebih lanjut bagi perangkat tersebut. Skemannya, perekaman data pribadi juga akan diberlakukan kepada para bayi, langkah ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keefektifan biometrik dalam identifikasi bayi.  



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar