Share

Perangkat proteksi kebakaran dini seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) rupanya belum semua dimiliki oleh kantor pemerintahan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Hal ini dinilai berisiko membahayakan pegawai dan warga yang datang saat kebakaran muncul tiba-tiba.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Kota Tasikmalaya, Mulyono, menjelaskan sekitar 30 persen kantor pemerintahan belum memiliki alat pemadam api ringan (APAR) dan juga hidran.

Hal tersebut berbeda halnya dengan perusahaan swasta yang hampir semuanya dilengkapi alat keselamatan kebakaran itu. "Rata-rata kantor kecamatan dan kelurahan belum ada alat proteksi. Kalau puskesmas rata-rata sudah," ungkapnya pekan lalu.

Selain itu, beberapa APAR yang ada di beberapa instansi pemerintahan kondisinya bahkan sudah kedaluwarsa. Sehingga tidak akan berfungsi maksimal ketika digunakan memadamkan api. “Kalau isinya sudah beku mau bagaimana memadamkannya," tuturnya.

Menurut dia, keberadaan APAR itu sangat penting untuk mencegah api membesar sebelum petugas damkar tiba. Maka dari itu, idealnya di setiap kantor harus ada alat proteksi kebakaran itu. Apalagi di musim kemarau ini tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi. Pasalnya, material bangunan kayu yang begitu kering mudah terbakar.

Dari Januari hingga Juli 2018, terang dia, sudah ada 28 kasus kebakaran yang ditangani Damkar Kota Tasikmalaya termasuk beberapa wilayah di Kabupaten Tasikmalaya.
Mayoritasnya menimpa rumah warga. Jumlah kasus tersebut meningkat dari tahun lalu pada periode bulan yang sama yang mencapai 20 kejadian. "Agustus sementara ada empat kejadian. Dua di antaranya kebakaran lahan karena sudah kemarau,” ungkapnya.

#Businness  #Article

Related Articles

Access Control Card image cap
  desy  27 February 2018
 27 February 2018
Access Control Card image cap
News Card image cap
  denny  26 August 2018
 26 August 2018
© 2019 Indo Security System. All Rights Reserved.