11 September 2018 | Denny - Redaksi | News

Tingkatkan Rasa Aman, Pemprov DKI Akan Luncurkan Jakarta Safe City

ilustrasi

Untuk mengurangi tingkat kejahatan dan rasa aman bagi seluruh warga DKI Jakarta, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jakarta Smart City akan meluncurkan Masterplan Jakarta Safe City pada akhir September 2018. Untuk saat ini, UPT Jakarta Smart City akan membahas teknologi apa saja yang akan dibutuhkan dalam masterplan Jakarta Safe City.

"Teknologi yang dihadirkan mulai dari kamera CCTV, konektivitas, keamanan, dan sensor apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung Safe City ini," ujar Kepala UPT Jakarta Smart City, Setiaji, pada pekan lalu.

Tak hanya dari sisi teknis, masterplan Jakarta Safe City juga akan membahas model integrasi antar institusi agar dapat terlaksana dengan baik. "Kelembagaannya mau bentuknya seperti apa. Karena kalau bicara soal Safe City harus berhubungan dengan kepolisian, sementara kepolisian ada di pemerintah pusat. Apakah perlu membentuk lembaga baru, itu ada di sana (masterplan)," ungkapnya.

Setiaji menambahkan Jakarta Safe City akan mencari formula respons dari setiap laporan. Seperti pihak mana yang akan menerima dan mengkoordinasikan dengan pihak lainnya. Ia lalu mencontohkan saat terjadi kebakaran, di mana PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan diikutsertakan.

"Paling ekstrem, ya, kebakaran. Mainnya di dinas kebakaran tapi harus diatur lampu lalu lintasnya. Artinya dinas perhubungan. Di lokasi harus dijaga perimeternya. Listrik harus dimatikan dulu, berarti kaitannya sama PLN," papar Setiaji.

Sejumlah sensor juga akan digunakan dalam masterplan Jakarta Safe City ini. Di antaranya seperti panic button dan CCTV dengan kualitas gambar serta didukung teknologi yang lebih baik.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar