14 September 2018 | Andri - Redaksi | News

Oktober Mulai Diuji Coba, Beginilah Kesiapan E-Tilang di Jakarta

Sistem tilang elektronik atau E-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement) akan segera menyapa kota Jakarta. Pasalnya, Ditlantas Polda Metro Jaya telah mengumumkan waktu pelaksanaan uji coba sistem ini yang akan dimulai bulan Oktober. Sabagai langkah awal, sosialisasi dilakukan terlebih dahulu di ruas jalan Sudirman - Thamrin.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov DKI terkait kesiapan CCTV untuk mendukung penerapan E-TLE. Karena menurutnya, kepolisian akan memanfaatkan terlebih dahulu CCTV yang dimiliki Pemprov DKI.

"Kami pastikan dulu spesifikasi kameranya, bila tidak sesuai, kami akan mengadakan CCTV baru untuk menunjang sistem e-Tilang," ujar Yusuf.

Di kesempatan yang sama, Dinas Perhubungan DKI dalam paparannya di FGD (focus group discusstion) di Hotel Diradja, Jakarta , menyebutkan saat ini terdapat dua model kamera CCTV yang terpasang, yakni jenis fixed dome dan PTZ (pan-tilt-zoom) yang mempunyai fungsi berbeda-beda. Pemasangan fixed dome sudah dilakukan di 116 titik dan kamera PTZ terpasang di 29 titik.

"Fixed dome merupakan kamera tetap yang berfokus pada 1 titik, namun dapat melakukan zoom atau memperbesar objek dan terpadu dengan server yang berada di control room Unit Pengelola Sistem Pengendali Lalu Lintas (UP.SPLL). Sedangkan PTZ adalah kamera yang bisa bergerak ke atas, ke bawah, ke samping, memperbesar objek, dan dapat dikendalikan dari ruang control room."

Untuk mekanismenya sendiri dalam penilangan elektronik ini, Kombes Yusuf menyebutkan pengendara yang melanggar lalu lintas akan dicapture oleh kamera dan hasil jepretannya ini akan digunakan sebagai bukti untuk melakukan penilangan.

"Di beberapa simpang jalan kan ada kameranya. Nah, bila saat ganjil genap ada kendaraan yang melintas tidak sesuai nomor plat kendaraannya, maka akan kepotret dan langsung terdata sebagai pelanggar," tandas Yusuf.

Untuk surat tilangnya akan dikirimkan kepada si pemilik kendaraan, meski kendaraan dipakai oleh orang lain saat melakukan pelanggaran tersebut. Pemilik kendaraan dinilai bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut.

"Yang jadi permasalahannya adalah bila kendaraan tadi sudah dijual tetapi masih pakai nama pemilik sebelumnya. Ini tentunya jadi masalah, karena ini akan terkirim kepada pemilik kendaraan yang masih terdata di kepolisian," ujarnya.

E-tilang ini akan diuji coba dan disosialisasikan di Sudirman-Thamrin selama satu bulan di Oktober 2018. Polisi saat ini masih mendata CCTV yang diperlukan untuk mendukung sistem tersebut.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar