14 September 2018 | Denny - Redaksi | News

Bisa Melayang 2 Jam Non-Stop, Drone Ini Dijuluki 'Flying Battery'

Drone US-1

Perusahaan startup teknologi asal Amerika Serikat, Impossible Aerospace, berhasil mengembangkan pesawat nirawak yang mampu melakukan penerbangan selama dua jam tanpa jeda. Hal tersebut membuat drone ini bisa bertahan di udara hampir lima kali lipat lebih lama dari pada drone pada umumnya.

Drone bernama US-1 ini memang diklaim beroperasi secara 'tak lazim'. Founder & CEO Impossible Aerospace, Mustahil Hamilton Spencer Gore, menjelaskan drone US-1 dapat melayang di udara lebih lama karena sumber daya drone berfungsi ganda sebagai struktur utamanya.

"Kami menyadari bahwa Anda dapat membuat paket baterai yang bersifat struktural, yang mengintegrasikan teknologi keamanan pada tingkat paket untuk menghadapi karakteristik tak terduga dari baterai lithium-ion," ujar Gore, seperti dilansir Engadget.

Pria yang pernah bekerja di di SpaceX dan sebagai insinyur baterai di Tesla, menyarankan bahwa metode desainnya adalah apa yang harus diadopsi oleh pesawat listrik untuk bersaing dengan pesawat bertenaga bahan bakar penerbangan konvensional.

Drone US-1, memiliki frame bodi 26 inci, dapat terbang hingga kecepatan 42 mil per jam dan memiliki jangkauan terbang maksimum sekitar 46 mil. Sementara itu, perusahaan hanya memproduksi perangkat tersebut sepenuhnya di AS.

Ditambah lagi, drone inis sudah dilengkapi oleh berbagai fitur seperti sensor termal dan optik serta pelacakan GPS sudah digunakan untuk petugas pemadam kebakaran, departemen kepolisian dan tim penyelamat di AS. Perusahaan berencana untuk mulai menjual secara massal drone-nya pada akhir tahun ini.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar