20 September 2018 | Andri - Redaksi | News

Rawan Prostitusi, Pemda DKI Pasang CCTV di Apartemen Kalibata City

Kegiatan prostitusi yang kerap terjadi di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, telah meresahkan para penghuni maupun masyarakat sekitar lingkungan apartemen. Penyakit masyarakat ini tampaknya sangat sulit diberantas, sepanjang 2108 saja pihak kepolisian sudah empat kali membongkar praktik prostitus di tempat tersebut.

Kabar maraknya kegiatan prostitusi ini pun menyulut perhatian Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk melakukan inspeksi mendadak ke lokasi beberapa waktu lalu. Usai sidak, rencananya Provinsi DKI akan memasang kamera pengawas CCTV di pintu-pintu masuk Apartemen Kalibata City untuk mencegah praktik prostitusi.

Walikota Jakarta Selatan, Marula, mengatakan rencana pemasangan CCTV merupakan putusan dari hasil pertemuan antara Anies Baswedan dengan pengelola dan penghuni apartemen. Semua pihak menyetujui untuk memerangi praktik prostitusi dengan salah satu caranya pemasangan CCTV.

"CCTV akan merekam dan memeriksa tamu yang berkunjung ke apartemen. Bila terindikasi sebagai pelaku praktik prostitusi, maka rekaman CCTV tersebut akan disebar untuk membuat jera pelaku maupun pengguna jasa apartemen," ujar Marula.

Menurutnya, pelaku prostitusi tidak ingin diketahui kegiatannya. Mereka takut ketahuan, makanya dipasang CCTV agar yang berniat negatif dapat meredam keinginannnya ke Kalibata City. "Foto hasil rekaman CCTV nantinya di publish di media sosial Kalibata City," jelasnya.

Selain itu, tamu yang datang diharuskan mengisi buku tamu secara rinci dan pengelola apartemen juga dilarang menyewakan kamar secara harian. Penyebab maraknya praktik prostitusi, salah satunya karena disewakan harian. Disepakati, minimum sewa apartemen adalah satu bulan dan dilakukan pendataan terhadap penghuni disamping pemiliknya juga.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar