04 Oktober 2018 | Andri - Redaksi | News

Traveling ke Selandia Baru Wajib Serahkan Password atau Denda US$3.300

Punya rencana bepergian ke Selandia Baru? Nah, ada baiknya kalian yang ingin berwisata ke negara Kiwi ini harus rela memberikan kode atau kata sandi perangkat elektronik atau gadget yang dimiliki kepada petugas Bea Cukai Selandia Baru. Bila tidak maka siap-siap saja menerima denda sebesar US$ 3.300.

Peraturan baru, yang mulai berlaku pada hari Senin, 1 Oktober 2018 ini, adalah bagian dari kekuatan tambahan yang diberikan kepada Bea Cukai Selandia Baru untuk memungkinkan mereka melakukan apa yang disebut pencarian strip digital jika mereka memiliki kecurigaan yang wajar atas pelanggaran atau kesalahan.

Menurut Undang-undang Bea dan Cukai 2018, wisatawan harus menyerahkan informasi yang relevan yang memberikan akses ke perangkat elektronik, termasuk kode pin, kata sandi, kunci enkripsi atau sidik jari. Bukan hanya itu saja, bea cukai juga berhak untuk menyalin, meninjau, dan mengevaluasi perangkat atau data yang disimpan di perangkat.

Namun demikian, pencarian perangkat tidak akan meluas ke data yang disimpan dalam penyimpanan berbasis cloud. Juru Bicara Bea Cukai, Terry Brown, menyebutkan pencarian hanya pada file-file yang terdapat di ponsel saja. "Kami tidak akan masuk ke cloud. Kami akan memeriksa ponsel Anda saat berada dalam mode penerbangan," katanya.

Bagi mereka yang tidak bekerja sama berisiko denda maksimum sebesar US$ 3.300 dan mungkin juga perangkat mereka disita.

Sementara itu, Menteri Bea Cukai, Kris Faafoi, mengatakan pekan lalu bahwa undang-undang ini sangat penting untuk keamanan, perdagangan, dan perjalanan perbatasan. "Undang-undang baru ini disusun juga akan mengurangi kebutuhan Bea Cukai untuk datang ke Parlemen untuk mencari amandemen undang-undang karena perubahan teknologi masa depan, praktik bisnis dan kemajuan dalam keamanan perbatasan," katanya.

Selandia Baru bukanlah negara pertama yang memperkenalkan penelusuran strip digital semacam ini. Agen Bea dan Cukai Perbatasan Amerika Serikat juga diizinkan untuk melakukan pencarian pada perangkat elektronik pelancong, dan dapat meninjau, menyalin, dan menganalisis konten jika ada kecurigaan yang terkait dengan keamanan nasional.

 



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar