04 Oktober 2018 | Denny - Redaksi | News

Jelang Event IMF-World Bank, Bandara Ngurah Rai Punya Fasilitas Baru

Autogate imigrasi

Pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 yang akan berlangsung di Nusa Dua, 8-14 Oktober 2018, membuat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai bersolek. PT Angkasa Pura I (Persero) telah menambah beberapa fasilitas baru di dalam terminal Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk menyambut 17.000 delegasi peserta dari 189 negara.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi, mengatakan fasilitas terbaru di terminal ini diadakan untuk menjamin kelancaran arus kedatangan dan kepulangan para delegasi pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018. "Penambahan fasilitas itu juga sebagai paya memberikan pelayanan prima dan menciptakan passenger experience di bandara," ungkapnya.

Fahmi menambahkan, beberapa fasilitas yang ditambahkan tersebut berupa x-ray smartlane, mesin autogate keimigrasian, orientation zone, dan airport operation control center (AOCC). Perangkat X-ray smartlane yang berada pada area screening check point akan mempercepat proses pemeriksaan barang calon penumpang. Sedangkan mesin autogate keimigrasian adalah fasilitas bagi penumpang untuk memindai paspor secara mandiri.

Saat ini, mesin imigrasi autogate ini sudah berjumlah 6 unit di terminal kedatangan internasional dan 10 unit di terminal keberangkatan internasional. "Kehadiran perangkat tersebut akan mempercepat proses pemeriksaan imigrasi. Total waktu yang dibutuhkan penumpang saat menggunakan mesin autogate ini hanya 30 detik," ungkap Fahmi.

Fasilitas lainnya yang kini terdapat di Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah orientation zone. Dengan desain ruangan yang elegan dan inovatif, area ini dirancang sebagai area yang atraktif yang dapat berfungsi sebagai penghilang stres bagi penumpang. Orientation zone ini diperuntukkan bagi penumpang yang baru saja melewati proses pemeriksaan yang cukup intens pada area check-in dan pemeriksaan imigrasi.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar