10 Oktober 2018 | Denny - Redaksi | News

ASN Kab Badung Masih Kesulitan Dengan Absensi Pemindai Wajah

Ilustrasi

Kehadiran perangkat absensi dengan pemindai wajah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali, ternyata bagi sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN)masih mengalami kendala. Beberapa ASN bahkan harus melakukan pemindaian berulang kali saat absen baru kemudian dinyatakan berhasil.

Namun ada pula yang gagal melakukan proses pemindaian. Akibat dari masalah tersebut, para ASN pun terlihat mengantre cukup panjang. Padahal waktu absensi sendiri dibatasi, untuk absen pagi pada pukul 07.00-07.30 WITA, sedangkan sore paling lambat pukul 17.30 WITA.

Terkait dengan hal tersebut, Kabag Humas Setda Badung, Putu Ngurah Thomas Yuniarta, mengatakan pihaknya akan segera mengevaluasi proses absensi dengan menggunakan perangkat pemindai wajah tersebut. "mungkin saat perekaman retina mata, ada yang pakai lensa. Ada yang tak langsung terdeteksi. Ada juga yang datanya belum masuk," tuturnya.

Ia menjelaskan sistem pada perangkat presensi tersebut tidak mengalami masalah. Namun permasalahan ini akan segera dilaporkan ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung. Nantinya bagi ASN yang bermasalah akan diarahkan untuk mengikuti perekaman ulang.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), I Wayan Weda Dharmaja, juga membenarkan adanya gangguan terhadap absensi wajah tersebut. Permasalahan diduga dipicu beberapa faktor. Misalnya saat perekaman kurang pas atau masalah pencahayaan. Pihaknya pun mengaku sedang melakukan evaluasi dan segera melakukan perbaikan. “Sekarang masih kami evaluasi kekurangannya dimana. Setelah itu kami akan perbaiki kekurangannya,” paparnya.

Sistem absensi dengan pemindai wajah ini diterapkan agar meningkatkan kedisplinan ASN di lingkungan Pemkab Badung. Di samping itu, juga berpengaruh terhadap Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) masing-masing ASN.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar