24 Oktober 2018 | Andri - Redaksi | News

China Menguji Pengenalan Wajah di Jembatan Perbatasan Hong Kong-Zhuhai-Makau

Pemerintah China akhirnya meresmikan jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau yang akan menghubungkan 11 kota China Selatan menjadi pusat ekonomi dan bisnis terpadu. Dengan panjang 55 km, maka ini merupakan jembatan penyeberangan laut terpanjang di dunia. Sebagai jalur perbatasan, jembatan ini pun dilengkapi sistem pengenalan wajah dan analisis sidik jari untuk mempercepat proses identifikasi agar tidak terjadi antrian panjang di pos pengecekan.

Intellifusion sebagai penyedia teknologi, menyebutkan sistem yang saat ini masih dalam ujicoba dilengkapi dengan kamera resolusi tinggi, pencocokan sidik jari dan teknologi pemindaian termal yang sekarang digunakan untuk kontrol jalur imigrasi di perbatasan Zhuhai.  

Sistem ini akan melakukan otentikasi sidik jari, gambar wajah dan gambar plat mobil pengemudi untuk disesuaikan dengan database imigrasi. Jadi pengemudi tidak perlu lagi menunjukkan kartu ID yang dikeluarkan oleh otoritas daratan kepada penduduk tetap Hong Kong untuk lintas batas perjalanan. Menurut Intellifusion, proses otentikasi hanya membutuhkan waktu kurang dari satu detik dengan akurasi mencapai 99,5%.

Director Marketing Solutions Intellifusion, Wang Jun, mengatakan sistem ini ditujukan untuk para pengemudi truk dan bus Hong Kong di mana informasi pribadi, termasuk sidik jari dan gambar wajahnya sudah tersimpan dalam sistem imigrasi. Namun nantinya, skema ini dapat diperluas untuk pengemudi mobil pribadi dari Hong Kong. "Teknologi clearance ini merupakan pengembangan bersama oleh Intellifusion dan Shenzhen CIMC Intelligent Technology. Saat ini tidak ada hambatan teknis dalam penerapannya," ujar Jun.

Lalu dijelaskan, jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau, akan dipasang mesin clearance di kedua sisi jalur untuk mengatur pengemudi dari daratan maupun Hong Kong dan dapat otomatis naik dan turun menyesuaikan posisi tangan pengemudi.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar