06 November 2018 | Denny - Redaksi | News

Teknologi AI Digunakan Untuk Pemeriksaan di Pos Perbatasan Negara Eropa

Ilustrasi

Pos perbatasan di beberapa negara yang tergabung dalam Uni Erop seperti Hungaria, Latvia dan Yunani akan menggunakan teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI). Program yang dinamakan iBorderCtrl akan diuji coba selama enam bulan untuk memfasilitasi para wisatawan agar bisa lebih cepat menyeberang perbatasan.

Sistem ini mengharuskan para wisatawan untuk mengisi aplikasi secara daring dan mengunggah beberapa dokumen pribadi, seperti paspor mereka, sebelum penjaga perbatasan mengambil alih untuk mengajukan pertanyaan.

Penjaga kemudian akan bertanya "Apa yang ada di koper Anda?" dan "Jika Anda membuka koper dan menunjukkan kepada saya apa yang ada di dalamnya, apakah itu akan mengkonfirmasi bahwa jawaban Anda benar?"

Para wisatawan akan menjawab pertanyaan ini sembari menghadap ke sebuah webcam. Kemudian sistem AI akan menganalisis dan menilai lusinan gerakan mikro di wajah wisatawan. Jika iBorderCtrl menentukan bahwa wisatawan mengatakan hal yang benar, maka mereka akan menerima kode QR agar mereka bisa melewati perbatasan.

Akan tetapi, jika AI mencurigai wisatawan berbohong, maka informasi biometric mereka akan diambil. Informasi ini mencakup sidik jari, pembuluh darah dan pencocokan wajah. Setelah itu baru para wisatawan ini akan diperiksa oleh agen manusia yang akan meninjau informasi ini dan membuat penilaian.

Program dianggap masih sangat eksperimental. Bahkan hasil uji coba AI ini hanya memiliki tingkat keberhasilan 76 persen. Namun, anggota tim iBorderCtrl percaya diri tingkat keberhasilan ini bisa ditingkatkan hingga 85 persen.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar