13 November 2018 | Denny - Redaksi | News

DJI Luncurkan Software Agar Drone Jauhi Bandara

Ilustrasi

Sebuah software baru diluncurkan agar drone DJI tidak melampaui atau mendekat ruang udara terbatas di dekat bandara. Software bernama Geospatial Environment Online Version 2.0 (GEO 2.0) ini dibuat berdasarkan evaluasi risiko terkait dengan pesawat yang mendekati dan meninggalkan berbagai jenis bandara.

Pembaruan ini akan hadir secara bertahap mulai November untuk bandara di AS. DJI menjanjikan update serupa juga akan tiba di negara lain, tetapi mereka belum memberikan jadwal yang jelas. Pabrikan drone terkenal itu menjelaskan bahwa sistem barunya memungkinkan Geospatial Environment Online demi membuat zona keamanan 3D di sekitar jalur penerbangan landasan pacu udara.

Selain itu, DJI juga menambahkan batasan untuk koridor landasan pacu aktif, yang ditetapkan sebagai “zona pengecualian landasan pacu” oleh FAA Reauthorization Act. Perusahaan tersebut telah mengeluarkan AirMap dan memilih PrecisionHawk sebagai penyedia data baru di Amerika Utara.

Perusahaan drone terkemuka ini telah berkolaborasi dengan American Association of Airport Executives (AAAE) dan Aircraft Owners and Pilots Association (AOPA) untuk mendapatkan panduan seputar GEO 2.0 dari pilot dan bandara penerbangan umum.

Geofencing sendiri adalah sebuah fitur dalam program software yang menggunakan global positioning system (GPS) atau radio frequency identification (RFID) untuk menentukan batasan geografis. Menggunakan sistem ini, drone tidak dapat terbang di area yang telah ditentukan. Hal ini demi menghadirkan keamanan saat drone terbang.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar