26 November 2018 | Denny - Redaksi | News

Tangkal Hama, Australia Pakai Kecerdasan Artifisial

Penelitian AI untuk menangkal hama serangga

Pemerintah Federal Australia saat ini tengah berupaya mempertahankan kesehatan ekosistem. Bahkan dalam lima tahun ke depan, Australia telah menganggarkan lebih dari AU$ 300 juta untuk penanganan biosekuriti dengan menggunakan kecerdasan artifisial (AI).

Percobaan yang sedang berlangsung di Murdoch University, Australia Barat, akan menghemat waktu dan uang dengan menggunakan AI untuk mengidentifikasi tanaman, vertebrata dan serangga secara digital, yang diduga kuat akan menimbulkan ancaman biosekuriti.

Profesor Simon McKirdy, Direktur Harry Butler Institute di Universitas Murdoch, mengatakan bahwa perangkat lunak dari AI bisa menghemat ribuan jam kerja dengan mengidentifikasi risiko biosekuriti dalam hitungan detik.

"Kecerdasan buatan kini sampai pada titik di mana dia menjadi sangat cepat dan sangat akurat," katanya, seperti yang dilansir oleh ABC Indonesia, Minggu (25/11/2018). "Ini bisa menjadi alat triase yang sangat efektif bagi kami dalam memeriksa sampel di lapangan dan di laboratorium."

Profesor McKirdy juga mengatakan bahwa kecerdasan buatan rancangannya tersebut dapat mengidentifikasi hal-hal yang tidak terlihat oleh mata manusia. "Kami mengambil proses pengenalan wajah dan menerapkannya pada organisme lain, apakah itu tikus, tokek atau serangga. Alat ini mulai mengidentifikasi fitur-fitur tertentu dari hewan dan tumbuhan yang berbeda," jelasnya.

Dia bersama timnya pun an dengan seberapa cepat perangkat lunak itu mempelajari informasi baru. "Mereka menantang sistem dengan gambar baru organisme ini. Seperti anak kecil, setiap langkah baru yang kami letakkan di depannya, sistem AI mempelajari dan menjadi lebih baik untuk dapat mengidentifikasi apakah itu tikus, tokek, atau serangga tertentu," papar McKirdy.

Sementara diskusi berkecamuk secara global tentang prospek kecerdasan buatan mengancam pekerjaan manusia, McKirdy mengatakan teknologi itu dirancang untuk membantu para ilmuwan spesialis keamanan hayati dari pada menggantikan tugasnya.

"Ini tentang memberi mereka alat yang lebih kuat yang dapat mempercepat dan menambah akurasi mereka. Misalnya, jika sistem ini menyortir 100 gambar, maka sistem itu akan melakukan triase dan kembali dan berkata, 'Kami benar-benar berpikir ada empat gambar di sini yang perlu dilihat oleh ahli manusia'," pungkasnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar