05 Desember 2018 | Andri - Redaksi | News

Secret Service Uji Coba Pengenalan Wajah di Sekitar Gedung Putih

Meski banyak yang protes keras terhadap penggunaan biometrik pengenalan wajah di Amerika Serikat, tapi tampaknya teknologi ini akan terus meluas penggunaannnya di tengah-tengah masyarakat. Bahkan Secret Service (agen rahasia) AS secara diam-diam mulai menguji pengenalan wajah di dalam dan di sekitar pekarangan Gedung Putih, termasuk taman dan jalan di dekatnya.

Percobaan yang dilakukan oleh pihak Secret Service tersebut diketahui untuk melihat terlebih dahulu apakah teknologinya dapat mengkonfirmasi secara biometrik identitas pekerja magang Security Service. Program percontohan ini dipastikan tidak akan menyebarkan informasi gambar kepada agensi lain jika ditemukan kecocokan. Namun demikian, tujuan utamanya adalah untuk menemukan subjects of interest yang berpotensi ancaman.
 
Terkait percobaan ini, pihak ACLU (American Civil Liberties Union) menyatakan kekhawatiran pengenalan wajah ini digunakan memindai wajah orang hanya berdasarkan agama dan etnis saja, seperti yang dilakukan selama ini oleh pemerintah dan polisi yang mengintimidasi ras tertentu. Hingga ditanyakan siapa sebetulnya dari subjects of interest yang targetkan ini.

Tes ini dikabarkan akan berlangsung hingga 30 Agustus, setelah itu Secret Service akan menghapus data wajah yang telah dikumpulkan selama ini, kecuali jika ada masalah terkait penegakan hukum. Pihak Secret Service sendiri pun belum memastikan apakah penyebaran pengenalan wajah ini akan permanen dan berkembang.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar