Jepang Perbarui Pajak Perjalanan untuk Danai Biometrik Bandara

Pemerintah Jepang berencana untuk menerapkan pajak 1.000 yen (sekitar US$9,25) untuk tiket perjalanan udara dan kapal laut. Hal ini dilakukan demi meningkatkan pendapatan sekitar 50 miliar yen (US$450 juta) untuk membiayai penerapan pengenalan wajah di bandara Jepang.

Pajak baru tersebut dipastikan akan menyentuh semua pengunjung Jepang dan asing atau mereka yang singgah melebihi dari 24 jam. Selama tahun 2018 telah ada 30 juta pengunjung ke Jepang, dan diperkirakan jumlah ini akan meningkat menjadi menjadi 40 juta dengan adanya pagelaran Olimpiade 2020 di Tokyo.   

Dalam keterangannya, pemerintah mengatakan sistem pengenalan wajah yang akan digunakan pada bandara Jepang akan mempercepat posedur imigrasi dan memberikan bantuan yang lebih baik dalam bahasa asing.

Salah satu perusahaan teknologi Jepang ternama, NEC, mengumumkan bahwa teknologi pengenalan wajahnya akan digunakan pada bandara Narita International untuk menyambut Rugby World Cup 2019 dan Olimpiade Tokyo 2020 yang akan belangsung di negara tersebut. Dengan demikian nantinya pelanggan dapat menggunakan gerbang elektronik NEC di area pemeriksaan pabean setelah melewati imigrasi. Sistem ini diuji coba terlebih dahulu pada bulan April nanti.

Acineity Research Principal Maxine Most mengatakan 2019 adalah titik kritis bagi biometrik bandara, karena pasar meluas melampaui gerbang elektronik dan kios, yang diharapkan menghasilkan US$1,3 miliar selama lima tahun ke depan dengan penyebaran di seluruh dunia.

Leave a Comment


Send Comment