09 Februari 2019 | Andri - Redaksi | News

Angkatan Darat AS Kembangkan AI untuk Berperang

Angkatan Darat AS berencana gunakan teknologi pengenalan wajah untuk pertempuran di medan perang. Untuk mewujudkan hal ini, pihak militer Amerika telah membentuk satuan Artificial Intelligence Task Force di National Robotics Engineering Center yang berpusat di Universitas Carnegie Mellon (CMU).

Sekretaris Angkatan Darat, Mark Esper, menyebutkan satuan yang baru dibentuk tersebut bertugas untuk mengembangkan teknologi yang dapat digunakan di medan perang masa depan, serta untuk misi penyelamatan dan perlindungan sipil. "Saya lebih suka tidak berperang, namun saya pikir bila kita menguasai AI tentunya ini dapat memastikan memberikan perlindungan rakyat Amerika," ujar Esper.

Sementara itu, Komandan Army Futures Command, Jenderal John Murray, telah membayangkan penggunaan pengenalan wajah di dalam pertempuran akan membuat pasukan militer dapat membedakan antara tentara musuh dan warga sipil dalam situasi di mana mereka tidak mengenakan seragam.  

Sedangkan President CMU, Farnam Jahanian, menolak mengatakan jika universitas telah membentuk komite etika untuk mengawasi kemitraannya dengan militer. Dia mencatat bahwa anggota fakultas bebas untuk berpartisipasi dengan proyek yang diinginkan.

"Salah satu manfaat penting dari memiliki satuan tugas ini di sini adalah bahwa ia akan memberi kita kemampuan untuk berdiskusi tentang AI dan teknologi baru lainnya serta aplikasi etis dari teknologi ini, baik dalam konteks militer maupun konteks sipil," kata Jahanian.

Sebuah laporan baru-baru ini menunjukkan bahwa orang Amerika cenderung lebih percaya pada militer dan akademisi untuk secara bertanggung jawab mengembangkan teknologi AI daripada industri swasta. Tentara juga mencari industri untuk menyediakan teknologi biometrik untuk pasukan operasi khusus.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar