11 Februari 2019 | Denny - Redaksi | News

Public Safety Indonesia 2019 Hadirkan 3 Tema Penting

Public Safety Indonesia Conference

Keselamatan publik adalah kebutuhan yang mutlak didapatkan oleh warga perkotaan. Tentunya tanggung jawab dari keselamatan publik berada di pundak pemerintah kota. Namun, hal tersebut dapat berjalan secara optimal apabila masyarakat juga turut berperan dalam menjaga terwujudnya keselamatan publik.

Bagaimanapun, kolaborasi dengan sejumlah pihak penunjang keamanan publik perlu ditingkatkan. Apalagi dengan munculnya era industri 4.0, di mana transformasi digital dan disrupsi berlangsung di segala bidang kehidupan manusia, dapat menyebabkan persoalan keselamatan publik kian sulit untuk dipenuhi.

Kolaborasi pemerintah kota dengan berbagai elemen masyarakat, pakar akademis, pelaku bisnis, dan pihak kepolisian menjadi suatu kebutuhan yang harus disinergikan untuk dapat memenuhi kebutuhan keselamatan publik.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, konferensi keselamatan publik bertajuk Public Safety Indonesia Conference 2019: Strengthening Through Collaboration diselenggarakan oleh Adhouse Clarion Events. Acara ini akan berlangsung selama tiga hari, pada 27 Februari hingga 1 Maret 2019, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Sejumlah pakar keamanan akan hadir memberikan wawasan dan pengalaman profesinal mereka. Terdapat tiga tema penting di dalam isu keselamatan publik akan dibahas secara tuntas di sini.

1. Smart City

Kepala UPT Smart City DKI Jakarta, Setiaji, akan berbicara pada hari pertama konferensi, Kamis 28 Februari 2019, dengan topik: Smart City for Better Public Safety : Why Smart City is the Answer?

Beberapa tahun lalu, konsep Jakarta Smart City dicanangkan pemerintah provinsi DKI Jakarta. Setiaji kemudian menjadi nakhoda di balik implementasi smart city di Jakarta. Tak hanya memiliki tanggung jawab besar untuk mengendalikan Jakarta menjadi kota yang terhubung dengan teknologi, Setiaji juga menyediakan pelayanan terbaik bagi warga dari berbagai lapisan.

Konsep kota pintar diterapkan untuk menciptakan solusi permasalahan masyarakat yang lebih efisien dan mengoptimalkan pelayanan kepada publik. Keberadaan Jakarta Smart City diharapkan dapat membantu pemerintah meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta secara keseluruhan.

2. Sistem Keamanan di Sekolah

Pada hari yang sama, konferensi keselamatan publik akan mengupas tentang sistem keamanan di sekolah. Isu keamanan sekolah telah menimbulkan keresahan bagi para orang tua murid terhadap anak-anak mereka. Apa yang semestinya dilakukan ketika ancaman keamanan tersebut datang dari dalam sekolah?

Prof. Dr. Djisman Simandjuntak, Rektor Universitas Prasetiya Mulya, bersama para panelis lainnya, akan mengupas topik sistem keamanan sekolah tersebut. Topik yang penting bagi para guru, staf sekolah, murid, dan para orang tua ini akan memberikan pandangan baru tentang langkah-langkah yang mesti diambil.

Para pakar keamanan akan memberikan pengalaman praktis tentang cara mempromosikan penerapan teknologi yang efektif untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan sekolah.

3. Keselamatan Publik pada Infrastruktur

Selanjutnya, diskusi panel bertema Security for “Smart” Critical Infrastructure, akan mengisi hari kedua konferensi keselamatan publik. Dalam diskusi ini, akan dibahas tentang pihak mana saja yang perlu terlibat dalam memberikan upaya kerja sama untuk menyelaraskan sistem transportasi yang ada saat ini dan di masa mendatang.

Rama Raditya, M.Sc, Chief Executive Officer Qlue, bersama Presiden Direktur PT Adhi Karya, Ir. Budi Harto dan dua panelis lainnya akan membahas tema keselamatan publik pada sistem transportasi.

Qlue merupakan aplikasi rintisan mengenai layanan publik yang berdiri tahun 2014. Hingga saat ini, Qlue telah berkiprah di lebih dari 15 kota, bekerja sama dengan pemerintah kota, lembaga-lembaga pemerintah, pengembangan properti, dan departemen kepolisian daerah, serta lembaga pemerintah untuk memberikan berbagai solusi Smart City.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar