13 Maret 2019 | Denny - Redaksi | News

Bantuan Sosial Ke Warga Kurang Mampu Akan Gunakan Sistem Biometrik

Ilustrasi

Sistem biometrik seperti pengenalan wajah (face recognition) dan sidik jari akan menggantikan kartu untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada seluruh warga kurang mampu. Hal tersebut disampaikan oleh Tim Nasional Percepatan Pengentasan Kemiskinan (TNP2K).

Sekretaris Eksekutif TNP2K Bambang Widianto mengatakan sistem biometrik dianggap lebih efektif dan tepat sasaran. Bahkan penggunaaan sistem biometrik adalah cara yang cukup hemat karena pemerintah tak perlu lagi menganggarkan biaya pembuatan kartu.

Kendati demikian, Bambang tak menyebut berapa penghematan yang bisa dihasilkan dari penggunaan sistem tersebut. "Cetak kartu cukup mahal, jadi nanti ke depan diarahkan untuk menggunakan sistem biometrik. Jadi memang hanya datang dengan badan, dia bisa datang (mendapatkan bansos)," katanya, Senin (11/3/2019).

Bambang juga tidak bisa memastikan kapan penyaluran bansos untuk warga kurang mampu ini bisa disalurkan melalui sistem biometrik. Pasalnya dalam penerapannya akan dibutuhkan sistem yang memadai, mulai dari registrasi biometrik hingga investasi di sarana pemindainya.

Lebih lanjut, ia mengatakan sistem ini akan diujicoba pada penyaluran subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG/elpiji) subsidi dengan volume 3 kilogram (kg) yang akan menyasar 14.193 rumah tangga di tujuh lokasi seperti Bukittinggi, Tangerang, Tomohon, Jakarta Utara, Kabupaten Bogor, Kabupaten Gunung Kidul, dan Kota Kediri. Uji coba ini akan berlangsung pada 22 April 2019 mendatang dan berakhir 15 Mei 2019.

Di dalam uji coba tersebut, teknologi biometrik yang digunakan adalah pemindai sidik jari dan pengenalan wajah. Namun, sistem biometrik untuk bansos ini nantinya akan lebih berfokus pada pengenalan wajah saja.

"Tetapi, uji coba tak hanya berhenti di elpiji saja. Uji coba prosesnya masih sangat panjang, dan memang elpiji ini baru permulaan saja. Sehingga kami juga tidak ada target, kapan sedianya penyaluran bansos ini bisa dilakukan sepenuhnya dengan biometrik," pungkasnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar