14 Maret 2019 | Andri - Redaksi | News

Coca-Cola Amankan Dua Pabriknya di India dengan Akses Kontrol Biometrik Matrix

Industri manufaktur adalah industri yang besar dan terus berkembang. Organisasi di sektor ini memiliki lokasi yang luas dan seringkali tersebar di berbagai lokasi, bahkan dalam skala global. Dengan memiliki bangunan berskala besar tentunya jumlah karyawan yang dipekerjakan juga tidak sedikit sehingga dibutuhkan sistem keamanan yang mumpuni untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada karyawan dalam beraktivitas, serta mengamankan aset perusahaan.

Organisasi di industri manufaktur telah menyadari pentingnya keamanan dan mulai mencari solusi keamanan yang canggih secara teknologi. Hal ini karena solusi itu akan membuatnya lebih mudah bagi mereka dalam hal manajemen dan terbukti hemat biaya juga. Seperti, yang dirasakan oleh salah satu perusahaan minuman ternama dunia, Coca-Cola yang merasa membutuhkan sistem keamanan yang canggih untuk mencegah masuknya orang yang tidak sah ke dalam pabriknya di India.

Coca-Cola sebagai salah satu perusahaan manufaktur minuman terbesar di dunia, telah memiliki lebih dari 500 merek minuman dan memasarkannya di lebih 200 negara. Perusahaan ini pun telah menjadi salah satu merek minuman paling populer di India dan telah memiliki dua pabrik di negeri Taj Mahal tersebut, yaitu di Kudus dan Pirangut yang masuk wilayah negara bagian Maharashtra.

Perusahaan minuman asal Amerika tersebut menginginkan solusi keamanan yang terpisah untuk setiap pabrik agar dapat mencegah masuknya orang yang tidak diinginkan ke dalam pabrik. Selanjutnya, mereka membutuhkan sistem yang dapat memberikan detail peristiwa penggunaan akses secara terpisah untuk setiap lokasi. Namun, kekurangan port catu daya di lokasi membuatnya sulit untuk menerapkan sistem akses kontrol biometrik. Di mana doorlock, perangkat biometrik dan switch exit membutuhkan daya untuk membangun sistem akses kontrol. Hal ini menjadi perhatian Coca-Cola untuk mencari solusi yang dapat menyelesaiakan masalah ini.

Penyedia solusi telekomunikasi dan keamanan, Matrix, akhirnya membantu produsen minuman popular tersebut dengan solusi akses kontrolnya untuk mengamankan dua pabrik yang ada. Dua platform perangkat lunak terpisah dipasang di lokasi Kudus dan Pirangut. Lebih dari 40 perangkat biometrik premium dipasang di kedua lokasi. Kekurangan port catu daya dapat diatasi oleh Matrix dengan menggunakan perangkat biometrik COSEC yang memiliki kemampuan untuk memasok daya ke doorlock dan switch exit dari perangkat itu sendiri. Selain itu, perangkat dengan akses kontrol sidik jari memiliki sensor optik yang membantu mengamankan kedua lokasi untuk perusahaan. Perangkat juga memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan data karyawan yang mengakses pintu secara terpisah dengan lebih dari 1.500 pengguna atau karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.

Matrix dapat menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi Coca-Cola terkait keamanan dan kekurangan pasokan port daya. Sehingga, perusahaan dapat mengurangi orang yang tidak sah masuk ke lokasi pabrik. Detail peristiwa penggunaan akses mengurangi dan mengotomatiskan tugas-tugas SDM, serta menghemat banyak waktu dan produktivitas personel SDM. Selain itu, dengan pengumpulan detail akses pengguna, perusahaan dapat mempertahankan basis data kehadiran karyawan yang akurat.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar