11 April 2019 | Andri - Redaksi | News

Beijing Bakal Gunakan Pengenalan Wajah untuk Batasi Akses Turis Berperilaku Buruk

Pemerintahan Beijing berencana untuk memasang kamera dengan fitur pengenalan wajah di seluruh area hotspot kota. Berdasarkan keterangan, hal ini dilakukan untuk membatasi wisatawan yang berperilaku buruk masuk ke area wisata yang ada di kota tersebut.

Sebelumnya, pemerintah China telah menerapkan sistem pengenalan wajah untuk berbagai keperluan dalam beberapa tahun terakhir ini, mulai dari naik kereta hingga waktu bermain game mobile oleh anak-anak. Dan kali ini, turis yang berperilaku buruk tidak akan dapat mengakses beberapa tempat atraktif di kota berkat teknologi pengenalan wajah.

Penggunaan pengenalan wajah untuk membuat daftar blacklist para wisatawan yang tak beradab, yang diketahui menimbulkan kekacauan tidak hanya di negara tersebut tetapi juga di luar negeri. Mereka akan dihukum dengan pembatasan akses ke museum, taman, dan tempat-tempat wisata lainnya.

Bukan tanpa alasan, rupanya Beijing menerapkan hal ini karena melihat sejumlah turis memanjat pohon persik, memetik bunga, menghancurkan tanaman, memancing di danau dan menjual barang-barang secara ilegal di dalam taman pada saat perayaan Festival Qingming pada 5-7 April kemarin. Berdasarkan keterangan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, terdapat 112 juta perjalanan domestik yang dilakukan pada acara tersebut.


Ini bukan pertama kalinya China menghukum perilaku turis dengan pembatasan perjalanan. Tahun lalu saja, 17,5 juta dilarang membeli tiket pesawat karena berbagai pelanggaran, termasuk kekurangan membayar denda tertentu.

Langkah-langkah ini muncul sebagai pelopor sistem kredit sosial nasional di negara tersebut dan rencananya sistem ini akan diluncurkan pada tahun depan. 



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar