Share

Keberadaan pesawat tanpa awak atau drone yang kerap kali mengganggu kenyamanan publik dan bahkan mengancam keamanan area-area strategis seperti bandara dan pangkalan militer, membuat Angkatan Laut Amerika Serikat berinisiasi untuk merekrut tenaga IT profesional termasuk ilmuwan, insinyur, periset dan bahkan hacker untuk menghalau serangan drone.

Dalam laporan media pertahanan Defense One, menyebutkan pihak Pentagon tengah berupaya mencegah serangan drone kecil komersial yang mudah dibeli namun bisa digunakan untuk menyerang. Dalam merealisasikan hal ini, Angkatan Laut AS bekerja sama dengan Angkatan Darat AS meluncurkan program inisiatif yang disebut Operasi JYN yang diambil dari nama Jyn Erso, karakter fiksi di Star Wars: Rogue One.

"Ini diperlukan agar Angkatan Laut dapat memiliki keunggulan dari kemajuan teknologi drone komersial yang berpotensi digunakan untuk tujuan jahat terhadap fasilitas dan aset Angkatan Laut. Untuk itu, kami bekerja sama Defense Digital Service membentuk tim yang terdiri dari personel militer dan sipil yang memiliki kemampuan teknologi tinggi untuk secara cepat mengembangkan produk-produk baru anti-drone demi mengatasi perkembangan ancaman drone," kata James 'Hondo' Geurts. penanggung jawab atas akuisisi Angkatan Laut.

Ini adalah upaya AS untuk mengantisipasi serangan drone sipil, yang telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir, seperti kasus drone kecil yang menyebabkan penutupan di bandara utama di London, Newark dan Dubai.

Related Articles

News Card image cap
  andri  30 December 2019
 30 December 2019
News Card image cap
  denny  6 October 2017
 6 October 2017
CCTV Card image cap
  denny  3 October 2018
 3 October 2018
© 2019 Indo Security System. All Rights Reserved.