10 Mei 2019 | Andri - Redaksi | News

Teknologi Pengenalan Wajah Ramaikan Secutech Taipei 2019

Pameran Secutech Taipei 2019 yang tengah berlangsung telah diramaikan oleh peserta pameran yang menonjolkan teknologi canggih pengenalan wajah dan penghitungan orang. Teknologi sistem keamanan ini memang sedang tren dan semakin berkembang kemampuan maupun penggunaanya.

Salah satunya diperlihatkan oleh Tyco, anak perusahaan Johnson Controls, menunjukkan beberapa solusi kontrol akses yang tertanam dengan pengenalan wajah, penghitungan orang, serta kemampuan deteksi objek, warna, dan pergerakan arah.

Manajer Komunikasi Pemasaran untuk China dan Asia Utara di Johnson Controls, Juni Wang, menyebutkan aplikasi pengenalan semakin berkembang dan permintaan akses kontrol dengan pengenalan wajah telah meningkat di perusahaan-perusahaan China. "Di sini, merupakan kesempatan Tyco untuk memamerkan sistem akses kontrol all-in-one yang memungkinkan pengenalan wajah, entri kartu, dan akses kode pin," ujar Wang.

Solusi yang diperkenalkannya ditargetkan untuk pasar vertikal, seperti transportasi, perbankan dan bangunan pintar. Solusi akses kontrol Johnson Control pun sudah digunakan di lebih 300 bandara di seluruh dunia yang digunakan pada pos pemeriksaan keamanan. "Wajah telah menjadi kunci dari mekanisme verifikasi yang lebih aman dan juga nyaman, karena pengenalan wajah dapat dilakukan dari jauh," papar Wang.

Sebagai penyedia solusi total, Tyco sekarang mengintegrasikan video, akses kontrol dan alarm intrusi ke dalam satu sistem. Dengan demikian, pemindaian kartu di pintu masuk dapat mengaktifkan pengenalan wajah dan alarm yang berbunyi dapat mengaktifkan pengawasan video untuk memverifikasi apakah itu alarm palsu.

"Kemudian, semua data video disimpan dan dianalisis di cloud. Ini menghemat biaya karena tidak ada perangkat penyimpanan yang diperlukan dan cloud juga dapat digunakan dengan lebih mudah dan cepat," tutup Wang.

Sementara itu juga ada Inodic yang berbasis di Korea Selatan. Perusahaan ini memperkenalkan solusi pengenalan wajah pertamanya pada akhir 2018 dan terus melakukan peningkatan pada objek atau kemampuan pengenalan wajahnya dengan memberikan sistem backend dengan lebih banyak gampar plat, orang dan lainnya agar rekognisi lebih akurat.

Klien Inodic sebagian besar terdiri dari sistem integrator di Korea Selatan dan Jepang. Mereka mencari klien dari Asia Tenggara di Secutech 2019.

Shany Electronic yang berbasis di Taiwan telah datang dengan solusi inovatif serupa. Kamera termal perusahaan dapat mendeteksi suhu pada banyak titik dalam suatu objek. Kameranya terintegrasi dengan pengenalan wajah yang disediakan oleh perusahaan Jepang NEC. Akibatnya, pengenalan wajah hanya akan berfungsi pada wajah nyata yang memiliki suhu manusia normal. Wajah palsu yang terbuat dari plastik tidak akan lolos skrining.

ACTi Corp, perusahaan Taiwan lainnya yang berspesialisasi dalam teknologi video, mendemonstrasikan sistem akses kontrol yang mengintegrasikan pengenalan wajah dengan kemampuan menghitung orang. Tujuannya adalah untuk mendeteksi jumlah orang yang memasuki ruang meskipun entri itu diberikan hanya sekali. Jika ini terjadi, alert notification akan dikirim secara otomatis.
 
"Ini berguna untuk tempat-tempat seperti lab atau ruang server, di mana entri harus dikontrol dengan ketat," kata Alison Fan, Manajer Akun Penjualan di ACTi.
 
ACTi juga memperkenalkan solusi ritel dengan penghitungan orang, identifikasi kelompok usia, analisis gender pelanggan, rasio pembelian dan kemampuan mapping panas.
 
Dengan menggunakan heat matting, toko dapat mengidentifikasi tempat-tempat di toko dengan lalu lintas pejalan kaki yang lebih tinggi. Ritel kemudian dapat menempatkan barang dagangan di tempat-tempat itu untuk mendapatkan paparan yang lebih tinggi. Pengecer juga dapat meninjau lokasi dengan lalu lintas pengunjung lebih sedikit, dan melakukan penyesuaian tata letak yang sesuai.
 
"Dengan sudut pandang yang lebih besar, kamera 3D ACTi dapat menghitung orang dengan akurasi setinggi 95-98%, dibandingkan dengan kamera fisheye rata-rata 80-90%," ungkap Fan.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar