09 Agustus 2019 | Andri - Redaksi | News

IDC Prediksi Belanja Smart City Capai US$ 189,5 Miliar pada 2023

Perusahaan riset global, IDC, baru saja mengeluarkan laporan terbarunya yang menyebutkan pengeluaran global untuk inisiatif smart city akan mencapai US$ 189,5 miliar pada tahun 2023. Tercatat, area-area yang menjadi prioritas investasi akan meliputi energi dan infrastruktur, keselamatan publik dan transportasi cerdas  berbasis data. Di mana ini akan menghabis separuh dari pengeluaran yang dibelanjakan untuk smart city sepanjang tahun 2019 hingga 2023.

"Meskipun investasi smart grid dan smart meter masih merupakan bagian besar dari pengeluaran di kota-kota pintar, kami melihat pertumbuhan yang lebih kuat di bidang lain, yakni platform terkait digital twin yang semakin diimplementasikan pada inti proyek smart city secara global," kata Serena Da Rold, Manajer Program Customer Insights & Analysis IDC.

IDC juga memperkirakan akan ada lima hal yang menyumbang lebih dari setengah belanja untuk seluruh smart city pada 2019, yaitu smart grid, pengawasan visual tetap, transportasi publik canggih, pencahayaan outdoor pintar, dan manajemen lalu lintas yang cerdas. Namun, entah bagaimana nantinya investasi pada lima area tersebut akan mulai menurun di 2023.

Di seluruh dunia, Singapura akan tetap menjadi investor utama dalam inisiatif smart city untuk proyek Visual Singapore. Kota New York akan menempati peringkat kedua tahun ini, diikuti oleh Tokyo, London, Beijing dan Shanghai. Pengeluaran di semua kota ini akan melampaui US$ 1 miliar pada tahun 2020. Secara regional, Amerika Serikat, Eropa Barat, dan Cina akan menyumbang lebih dari 70%. Sementara itu, Jepang beserta Timur Tengah dan Afrika (MEA) akan memiliki pertumbuhan tercepat dalam investasi smart city dengan CAGR sebesar 21%.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar