22 Agustus 2019 | Andri - Redaksi | News

Pengenalan Iris Tidak Efektif untuk Penderita Diabetes

Berkat sifat mata manusia yang unik, pengenalan iris menjadi bentuk identifikasi yang semakin populer digunakan dalam program pemerintah, penegakan hukum dan akses kontrol. Kabar terbaru dari pengenalan iris ini, ternyata tidak dapat bekerja dengan baik saat digunakan pada orang terjangkit diabetes.

Sebuah studi yang dilaporkan Biomedical Engineering dalam meneliti hubungan antara pengenalan iris dan diabetes, telah menemukan bahwa pengenalan iris tidak dapat secara akurat mengidentifikasi orang dengan kondisi tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan dataset 1.300 gambar iris, termasuk iris sehat dan iris penderita diabetes.

Para peneliti juga menggunakan empat sistem pengenalan iris yang berbeda dalam melakukan tes ini untuk memastikan bahwa ketidak akuratan pengenalan iris bukan karena kualitas dari algoritma yang berbeda. Ternyata hasilnya sama, keempat sistem lebih mudah mengidentifikasi iris yang sehat dibandingkan memindai mata diabetes. Untuk menjelaskan hasil, para peneliti mencatat bahwa diabetes dapat mempengaruhi mata yang menyebabkan kerusakan retina, katarak, dan glaukoma.

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa teknologi biometrik pengenalan iris mempunyai keterbatasan. Ini memperingatkan kita bahwa teknologi ini dapat bekerja dengan baik pada kondisi optimal dan tidak memperhitungkan kondisi lainnnya yang relatif umum seperti diabetes.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar